Follow our news chanel

Kepala BPMK Mamberamo Raya membantah kabar pemotongan Dana Desa

Papua
Ilustrasi, penyaluran dana desa di Papua - dok .Jubi
Kepala BPMK Mamberamo Raya membantah kabar pemotongan Dana Desa 1 i Papua
Foto ilustrasi, penyaluran Dana Desa di Papua. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung atau BPMK Kabupaten Mamberamo Raya, Papua membantah kabar yang menyatakan dugaan pemotongan Dana Desa tahun 2019. Kepala BPMK Kabupaten Mamberamo Raya, Marthinus Ayatanoi mengatakan kabar yang menyebar luas di media sosial itu tidak benar.

Bantahan itu disampaikan Marthinus Ayatanoi saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon dari Jayapura pada Senin (17/2/2020). Ayatanoi mengatakan pihaknya tidak pernah memotong Dana Desa bagi 59 kampung di Mamberamo Raya. Akan tetapi, Ayatanoi mengakui adanya selisih perhitungan nilai Dana Desa, dan kekurangan transfer Dana Desa senilai Rp8 miliar telah dibayarkan.

“Besaran selisih perhitungan [itu mencapai] Rp8 miliar, dan semuanya sudah di tranfer ke rekening kampung sejak Januari 2020. [Transfer itu dilakukan] melalui Bank Papua. Jadi penyaluran Dana Desa di Mamberamo Raya tidak ada masalah,” kata Marthinus Ayatanoi.

Sebelumnya, pada 15 Februari 2020 lalu sebuah akun media sosial facebook mengunggah informasi dugaan pemotongan Dana Desa di Mamberamo Raya. Unggahan itu menyatakan “Perlu bapak presiden dan bapak menteri desa tau bahwa dana desa untuk 59 kampung di kabupaten Mamberamo Raya tahun kemarin yang di potong Rp140.000.000 per kampung oleh BPMK Mamberamo Raya. Itu sampai sekarang belum di kembalikan untuk pencairan oleh masing-masing kampung”.

Menurut Ayatanoi, masalah selisih perhitungan itu sudah diinformasikan kepada setiap kepala kampung, dan hal itu diterima karena pasti akan dibayarkan. Ayatanoi menyatakan ada mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamberamo Raya yang memelintir persoalan itu menjadi dugaan pemotongan Dana Desa, dan mengunggah kabar itu ke media sosial.

“Bahasa pemotongan itu datangnya dari segelintir orang yang ingin mengacaukan Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pilkada. Padahal, oknum-oknum itu yang sebenarnya manfaatkan data tersebut dengan dalil kerjasama. Kami sebenarnya sudah tahu oknum-oknum itu. Tidak ada cerita Dana Desa mau kami selewengkan. Mulai dari pusat sampai ke kampung administrasinya tertata dengan sangat baik,” ujarnya.

Loading...
;

Ayatanoi menyatakan pihaknya berencana memanggil dan menggugat orang yang diduga menjadi penyebar kabar adanya pemotongan dana desa di Mamberamo Raya. “Itu oknum mantan anggota DPR yang gagal terpilih kembali. Kalau kami mau seriusi, kami minta kepolisian tangkap,” kata Marthinus dengan tegas.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top