Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kepala Kampung Adat Yoboi: Warga akan kami pindahkan 

Suasana ibadah Minggu pagi di GKI Maranatha Kampung Yoboi - Jubi/Facebook-Budi Yoku
Kepala Kampung Adat Yoboi: Warga akan kami pindahkan  1 i Papua
Suasana ibadah Minggu pagi di GKI Maranatha Kampung Yoboi – Jubi/Facebook-Budi Yoku

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Kampung adat Yoboi, Zefanya Wally, mengatakan masyarakatnya yang saat ini sedang mengungsi di Gedung Serbaguna (GSG) Gereja GKI Viktori Kehiran I Sentani, akan dipindahkan kembali di Kampung Yoboi.

Hal ini dilakukan, kata Wally, karena GSG yang digunakan saat ini belum diresmikan. Kondisi masyarakat yang belum pernah hidup di pengungsian, juga membuat interaksi sosial antar masyarakat kurang baik.

Kepala Kampung Adat Yoboi: Warga akan kami pindahkan  2 i Papua

“Ada lahan kosong di bagian darat di kampung Yoboi. Anak-anak muda akan membangun camp sebanyak jumlah kepala keluarga yang ada, untuk sementara, sehingga masyarakat bisa kembali ke kampung dengan pola hidup mereka masing-masing,” ujar Zefanya, saat dihubungi melalui telepon selulernya, di Sentani, Minggu (24/3/2019).

Dijelaskan, untuk bantuan makanan, obat-obatan, serta air bersih dan pakaian layak pakai, hingga saat ini masih diterima oleh para pengungsi dengan baik.

Sementara itu, terkait ibadah Minggu pagi yang dilaksanakan di Gedung Gereja GKI Maranatha Kampung Yoboi, Zefanya mengatakan ibadah tersebut sebagian besar diikuti oleh kaum bapak dan pemuda. Kendati demikian, proses ibadah berjalan dengan baik hingga selesai.

“Dengan menggunakan perahu yang dimiliki oleh masing-masing warga jemaat. Karena debit air yang masih mencapai pinggang orang dewasa, jemaat menggunakan perahu sebagai tempat duduk mereka untuk mengikuti ibadah dan mendengarkan khotbah di hari Minggu,” ungkapnya.

Loading...
;

Sementara itu, Alfa Tokoro, warga Kampung Yoboi, yang mengikuti ibadah tersebut, mengaku bahwa prosesi ibadah yang diikutinya ini belum pernah terjadi selama hidupnya.

“Perasaan memang sedih melihat kondisi seperti ini, tetapi iman dan pengharapan kita tetap kuat kepada Tuhan. Apapun kondisinya, ibadah di Minggu pagi tetap dilakukan. Kecuali airnya sudah melewai atap gereja,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top