Follow our news chanel

Kepala-kepala suku Malvatumauri Vanuatu tolak proyek ganja

Presiden Malvatumauri, Kepala Suku Willie Grey Plasua. - DVU
Kepala-kepala suku Malvatumauri Vanuatu tolak proyek ganja 1 i Papua
Presiden Malvatumauri, Kepala Suku Willie Grey Plasua. – DVU

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Dewan kepala-kepada suku nasional Malvatumauri National Council of Chiefs, telah dengan tegas menolak budi daya berskala komersial atau pemakaian ganja di Vanuatu, baik untuk keperluan medis maupun keperluan lainnya.

Kepala Suku Willie Grey Plasua, kepala dewan Malvatumauri, menegaskan National Council of Chiefs menolak rencana ini, dan ingin agar pemerintah mencoba memahami pandangan para kepala suku di negara itu.

Kepala Suku Plasua menerangkan bahwa negara itu telah merasakan efek samping ganja yang negatif, terutama di antara orang-orang muda dan orang lainnya yang sering merokok atau memakai ganja dengan cara lain, dan situasi ini telah semakin parah dan di luar kendali pemerintah, terutama sekarang di Port Vila.

Menurutnya, jika proyek yang disetujui oleh pemerintah mulai berjalan, ada kemungkinan akan lebih banyak dampak negatif daripada dampak positif dari proyek itu, terhadap kehidupan sosial generasi muda Vanuatu.

“Seperti saat ini, pemerintah tidak dapat mengendalikan penyalahgunaan ganja, termasuk untuk budi daya, pengedarannya secara lokal, dan penyalahgunaannya itu secara lokal.”

“Bahkan jika pemerintah merasa bahwa mereka akan bisa memiliki sistem untuk mengelola proyek itu, agar hanya dipergunakan untuk tujuan utamanya (tujuan medis), Malvatumauri masih percaya bahwa kerugian yang dibawa oleh ganja itu akan lebih besar daripada keuntungannya,” tegas Plasua.

Loading...
;

“Sampai pemerintah bisa membuktikan kepada rakyat Vanuatu bahwa mereka dapat 100% mengendalikan situasi yang ada saat ini, terkait budi daya ganja dan pemakaiannya di Vanuatu oleh individu, pendirian Malvatumauri National Council of Chiefs mengenai proyek ganja yang dimaksudkan pemerintah hanya untuk tujuan medis adalah ‘tidak’ oleh kepala-kepala suku di Vanuatu,” katanya.

Sementara itu Perdana Menteri Charlot Salwai menegaskan bahwa meskipun pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan yang akan menjalankan proyek itu, belum ada komitmen yang pasti untuk bekerja dengan perusahaan farmasi kontroversial itu, Phoenix Life Sciences. (Daily Post Vanuatu)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top