HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kepolisian selidiki pembunuhan pekerja olahan kayu

Ilustrasi pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Jajaran Kepolisian Sektor Kuala Kencana, Timika, Papua menggelar penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Sumarna, 33 tahun, pekerja olahan kayu di kawasan hutan Kilometer 7 Jalan Trans Timika-Paniai pada Kamis (21/11/2019) siang kemarin. Korban dibunuh oleh orang tak dikenal usai menarik kayu olahan dari kamp penampungan menuju pinggir Jalan Trans Timika-Paniai.

“Kami akan meminta keterangan saksi-saksi terutama rekan-rekan kerja korban. Betapapun sulitnya mengungkap kasus ini kami tetap berupaya maksimal,” kata Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Hari Katang, Jumat, (22/11/2019).

Berita terkait : Pembunuhan pekerja olahan kayu menuai kecaman

Hari menjelaskan kejadian pembunuhan terhadap Sumarna dilaporkan ke Polsek Kuala Kencana pada siang sekitar pukul 13.30 WIT oleh keluarga korban melalui Kepala Kampung Mulia Kencana SP7 Syamsul Basri.

Tim Polsek Kuala Kencana bersama Tim Identifikasi Polres Mimika kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan selanjutnya mengevakuasi jenazah korban menuju kamar jenazah RSUD Mimika.

“Jenazah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sebuah kali kering dengan luka di sejumlah bagian tubuh, kemungkinan pelakunya berjumlah lebih dari satu orang,” ujar Hari menjelaskan.

Loading...
;

Sedankan sepeda motor rakitan milik korban yang digunakan untuk menarik kayu olahan ditemukan di dekat posisi korban meninggal dunia. Barang-barang pribadi milik korban seperti sepatu, pakaian dan lain-lain tidak ada yang hilang.

Rohmat, seoarang kerabat dekat korban menyatakan almarhum Sumarna baru satu bulan tiba kembali di Timika setelah sebelumnya pulang kampung ke daerah Angsana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

“Almarhum ini sebetulnya sudah cukup lama di Timika. Dia sudah empat kali ke Timika. Dia tinggal bersama saya di SP7, isteri dan anaknya ada di Pandeglang,” ujar Rohmat.

Lokasi korban dibunuh sekitar 150 meter dari ruas Jalan Trans Timika-Paniai. Saat itu korban baru saja mengantar kayu olahan ke pinggir jalan menggunakan motor rakitan melalui jalan rel terbuat dari papan dari dalam kamp tempat penggergajian kayu.

Rohmat mengatakan sebelumnya tidak pernah ada permasalahan antara karyawan olah kayu dengan masyarakat sekitar.

“Kami sudah lama kerja di lokasi itu, sekitar tiga tahun. Tidak pernah ada yang datang melarang kami, aman-aman saja,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top