Follow our news chanel

Kepri butuh Citra satelit untuk pengawasan limbah minyak hitam

Ilustrasi, minyak yang bocor dari kapal MV Solomon Trader yang kandas di Pulau Rennell, Kepulauan Solomon. - RNZI/ Komisi Tinggi Australia di Kepulauan Solomon-DFAT
Kepri butuh Citra satelit untuk pengawasan limbah minyak hitam 1 i Papua
Ilustrasi, minyak yang bocor dari kapal MV Solomon Trader yang kandas di Pulau Rennell, Kepulauan Solomon. – RNZI/ Komisi Tinggi Australia di Kepulauan Solomon-DFAT

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bintan, Jubi  – Plt Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto, meminta pemerintah pusat memasang citra satelit di daerahnya guna mengawasi persoalan limbah minyak hitam yang mencemari wilayahnya, khususnya di Kabupaten Bintan saat musim utara seperti ini.

Isdianto tak memungkiri pencemaran tersebut berasal dari aktivitas pembuangan limbah kapal asing di wilayah Out Port Limit  atau perairan perbatasan antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

“Namun kita tak tahu kapal negara mana yang membuang limbah itu. Karena itu tadi, kita tak punya citra satelit untuk memantau langsung,” kata Isdianto di Tanjungpinang, Kamis (23/1/2020).

Berita terkaitLimbah minyak hitam cemari pantai Bintan

Tumpahan minyak di Karawang kurangi hasil tangkapan ikan

Pencemaran Limbah B3 di Tarakan Butuh Perhatian Serius

Loading...
;

 

Menurut Isdianto, pemantauan kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Out Port Limit (OPL) dilakukan langsung melalui citra satelit pusat.

Padahal jika Kepri punya citra satelit sendiri memudahkan aparat mendeteksi sekaligus bertindak cepat jika ada kapal asing membuang limbah minyak sembarangan.

“Mudah-mudahan Pemerintah Pusat mengakomodir aspirasi kita di daerah,” ujar Isdianto menjelaskan.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, juga berpendapat saatnya Kepri memiliki citra satelit sendiri. Apalagi, menurut Arsyad, Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Sehingga berbagai persoalan menyangkut kedaulatan maritim seperti, persoalan pencemaran limbah minyak hitam oleh kapal asing perlu jadi atensi khusus semua pihak,” kata Arsyad.

Arsyad mengaku akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Kepri terkait upaya pemasangan citra satelit.

Menurut dia, lembaganya sudah berupaya maksimal melakukan patroli laut di kawasan perairan OPL. Namun, kapal-kapal asing itu membuang limbah dilakukan saat kapal patroli TNI AL sudah kembali ke dermaga.

“Kalau memang ditemukan ada kapal asing yang secara sengaja mengirim limbah minyak hitam di laut kita, tentu akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top