Follow our news chanel

Kepulauan Cook diperingatkan risiko krisis ekonomi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Avarua, Jubi – Seorang mantan menteri Kepulauan Cook memperingatkan ekonomi negara itu, sedang menuju ke situasi yang serupa dengan krisis ekonomi 1996, dimana negara itu hampir bangkrut.

Nandi Glassie, mantan menteri kesehatan, mengatakan jumlah staf di pelayanan publik negara itu melonjak, hampir seperti yang terjadi sebelum krisis 1996.

Glassie menerangkan biaya operasional negara itu meningkat secara signifikan, sebagian besar dikarenakan naiknya jumlah lembaga-lembaga di sektor publik.

Krisis keuangan tahun 1996 menghempaskan negara ini hingga defisit, pemerintahnya berdiri di ambang kebangkrutan. Dalam upaya untuk menghentikan kemerosotan ekonomi lebih lanjut, pemerintah saat itu mengurangi jumlah kementerian dari 52 menjadi 22, memotong jumlah pegawai negeri dari 3.168 ke 1.499.

Lebih dari dua dekade sejak itu, Glassie mengatakan bahwa jumlah lembaga kementerian di bawah sektor publik telah meningkat lagi menjadi 52 dan, jika tidak dikelola dengan bijaksana, dapat mengakibatkan terulangnya krisis ekonomi. Hingga 30 Juni 2017, ada 2.186 orang dipekerjakan di sektor publik.

Glassie mengangkat keprihatinannya dalam disertasi program doktornya (PhD), mengenai keadaan sektor publik di Kepulauan Cook sejak tahun 1996. Dia melaporkan bahwa jumlah birokrasi meningkat lagi ke angka sebelum 1996, ketika negara itu dihantam oleh krisis keuangan.

Loading...
;

“Reformasi sektor publik menyebabkan perampingan jumlah pegawai negeri pada 1996, menyusul krisis ekonomi dan keuangan. Dengan bantuan Bank Pembangunan Asia, Program Pembangunan PBB (UNDP), dan pemerintah Selandia Baru, program restrukturisasi dilakukan untuk mengarah pada korporatisasi pelayanan umum, dimana badan usaha milik negara (BUMN) diberi tanggung jawab untuk mengelola bandara, pelabuhan-pelabuhan, listrik, telekomunikasi, dan layanan perbankan, terutama di Rarotonga dan Aitutaki,” kata Glassie.

“Dampak sosial dari perampingan itu merugikan banyak warga, banyak keluarga bermigrasi ke luar negeri secara permanen akibatnya.”

Disertasi Glassis juga mengkaji perkembangan sektor publik, sejak Kepulauan Cook resmi memiliki pemerintahan sendiri.

Makalah ini, menurut Glassie, akan memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana negara-negara berkembang pulau kecil, seperti Kepulauan Cook, dapat menyambut reformasi ekonomi dan sosial. (Cook Islands News)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top