Kepulauan Marshall hadiri KTT G7, bahas penangkapan ikan ilegal Pasifik

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Quebec, Jubi – Kepulauan Marshall telah meminta Kanada, untuk kembali mengadakan pertemuan dengan menteri-menteri G7 dan Kepulauan Pasifik yang relevan, sebelum akhir tahun ini, untuk membahas penangkapan ikan ilegal di Pasifik.

Presiden Hilda Heine menyerukan hal ini dalam pernyataannya, saat pertemuan KTT G7 minggu lalu di kota Quebec, Kanada, di mana dia bertemu dengan para pemimpin dari tujuh negara terbesar di dunia.

“Perikanan adalah masa depan ekonomi kita. Meskipun wilayah Kepulauan Pasifik menyimpan lebih dari separuh stok tuna sedunia, kita hanya mendapat keuntungan kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. ”

Penangkapan ikan ilegal bernilai AS $ 660 juta terjadi setiap tahunnya di perairan kita – seperempat dari nilai industri perikanan kami, kata Presiden Heine.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin G7 Heine menekankan , “negara-negara di balik penangkapan ikan ilegal ini merampok kita (wilayah Kepulauan Pasifik ) dan juga merampok kalian.”

“Untuk negara dengan ekonomi kecil seperti kita, ini lebih dari sekadar pencurian. Kita mendesak G7 untuk mengambil tindakan yang efektif untuk menangani para pelaku”.

Loading...
;

Pemimpin Kepulauan Marshall itu juga menggunakan intervensinya, untuk meminta negara-negara G7 agar melarang penggunaan produk plastik sekali pakai, yang bertebaran di perairan dan pantai-pantai Pasifik.

Dia mengatakan negara kepulauan kecilnya sendiri, dan semakin banyak negara Pasifik lainnya sudah mulai melarang penggunaan kantung plastik.

“Tetapi itu belum cukup,“ kata Presiden Heine. (PINA)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top