Follow our news chanel

Kepulauan Marshall pertimbangkan tuntut AS akibat warisan nuklir

Runit Dome di atol Enewetak, Kepulauan Marshall. - ABC News/Greg Nelson
Kepulauan Marshall pertimbangkan tuntut AS akibat warisan nuklir 1 i Papua
Runit Dome di atol Enewetak, Kepulauan Marshall. – ABC News/Greg Nelson

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Majuro, Jubi – Kepulauan Marshall sedang menjajaki kemungkinan mengajukan tuntutan hukum terhadap AS atas kubah beton berisi limbah nuklir yang bocor.

Runit Dome di atol Enewetak digunakan untuk menyimpan limbah radioaktif yang tersisa dari uji coba senjata nuklir AS pada 1940-an dan 1950-an di kawasan itu. Namun menurut Komisi Nuklir Kepulauan Marshall (Marshall Islands Nuclear Commission; MINC), lebih dari 99% limbah itu telah meresap ke laguna di atol Enewetak.

Ketua MINC, Rhea Moss-Christian, mengungkapkan bahwa Kepulauan Marshall sedang menelaah langkah hukum untuk memperoleh kompensasi dari pemerintah AS.

“Lingkungan politik itu selalu berubah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Tetapi sebagai negara yang masih menghadapi dampaknya, kita tidak bisa duduk diam dan menerima begitu saja bahwa tidak ada apa-apa lagi yang bisa dilakukan.”

Moss-Christian menegaskan Kepulauan Marshall juga akan melobi AS untuk membantunya memperjuangkan keadilan bagi korban uji coba nuklir.

Sekjen Forum Kepulauan Pasifik (PIF), Dame Meg Taylor, sebelumnya telah mendesak agar dilakukan audit independen atas Runit Dome. Rekan sejawatnya di PBB, António Guterres, juga mengungkapkan kekhawatiran yang serupa.

Loading...
;

Komisi MINC akan memulai penelitian atas dampak Runit mulai November depan, yang diharapkan akan memakan waktu hingga tiga tahun.

Berdasarkan laporan strategi komisi itu, sejumlah dampak dari pengujian senjata nuklir Amerika yang masih berlangsung hingga hari ini, termasuk migrasi paksa dan tingginya pengidap kanker, yang semakin memburuk setelah AS menolak memberikan bantuan dan menyediakan fasilitas perawatan kanker.

“Ketiadaan fasilitas untuk perawatan kanker dan kaitannya dengan migrasi paksa ini sangat disesalkan, dan ini berarti ketidakadilan akibat program pengujian senjata nuklir itu terus berlanjut, meski uji cobanya sendiri telah berhenti beberapa dekade yang lalu,” tegas laporan itu.

Laporan itu juga mendesak agar lebih banyak dukungan disediakan bagi korban pengujian nuklir melalui kompensasi, menambahkan bahwa petinggi-petinggi Kepulauan Marshall terus memperjuangkan keadilan korban nuklir dalam semua diskusi resminya dengan pemerintah AS.

Moss-Christian menambahkan dengan masuknya Kepulauan Marshall dalam Dewan HAM PBB awal bulan ini, negara itu sekarang memiliki platform baru untuk mencari dukungan. (RNZI/Mackenzie Smith)


Editor : Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top