Follow our news chanel

Kepulauan Solomon akan larang pemakaian Facebook untuk sementara

Parlemen Kepulauan Solomon. - RNZI/ Koroi Hawkins

Papua No.1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Kabinet Kepulauan Solomon telah sepakat untuk melarang pemakaian situs jejaring sosial terbesar dunia, Facebook, di Kepulauan Solomon.

Dikatakan hanya merupakan kebijakan sementara, rencana pelarangan Facebook itu dilaporkan telah diajukan ke Kabinet oleh Perdana Menteri Manasseh Sogavare dan Menteri Komunikasi dan Penerbangan Sipil, Peter Shanel Agovaka.

Kepada Solomon Times Online, Menteri Agovaka menerangkan bahwa larangan sementara ini disusun akibat munculnya isu-isu kontroversial yang disebabkan oleh Facebook.

“Penggunaan kata-kata yang lancang terhadap menteri-menteri, perdana menteri, perusakan reputasi, pencemaran nama baik, semua ini adalah isu-isu yang memprihatinkan,” utur Agovaka.

Dia menambahkan mereka juga khawatir karena absennya perundang-undangan atau peraturan untuk Facebook, sehingga perlu adanya larangan sementara.

“Penggunaan internet di Kepulauan Solomon sekarang perlu diatur dengan baik untuk melindungi generasi muda kita dari konten yang berbahaya. Saat ini tidak ada perundang-undangan yang mengatur penggunaan internet, dan bahkan anak-anak dapat mengunduh hal-hal yang berbahaya dari internet,” ungkap Agovaka.

Loading...
;

Meski demikian, menurutnya, media tidak perlu khawatir karena kebebasan pers masih akan ditegakkan.

Dia menekankan bahwa organisasi-organisasi media masih bisa terus beroperasi seperti biasa, kecuali untuk penutupan Facebook.

Sebagian besar organisasi media saat ini menggunakan Facebook sebagai media juga menyebarluaskan informasi kepada publik. Kantor Perdana Menteri juga seringkali melakukan streaming video pidato nasionalnya melalui Facebook agar ia dapat menjangkau lebih banyak khalayak.

Pada Oktober 2020, NapoleonCat, sebuah alat manajemen media sosial, menunjukkan ada 120.000 pengguna Facebook di Kepulauan Solomon. Populasi yang berusia antara 18 sampai 24 tahun dikatakan sebagai kelompok pengguna terbesar (45.000 orang).

Kepulauan Solomon bukan satu-satunya negara di Pasifik yang pernah mempertimbangkan untuk melarang Facebook. Pada Juli 2020, pemerintah Samoa juga mempertimbangkan larangan yang serupa di negara mereka. Pada 2018, pemerintah Papua Nugini berupaya untuk memblokir Facebook selama sebulan, sementara di Tonga, pada tahun 2019 juga muncul juga wacana untuk melarang penggunaan Facebook di pulau Kerajaan itu.

Saat ini hanya ada tiga negara di dunia dimana penggunaan Facebook itu ilegal, Tiongkok, Korea Utara, dan Iran. (Solomon Times)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top