Keracunan metanol, 12 meninggal dunia dan ratusan sakit di PNG

Gejala-gejala keracunan metanol akan terasa 12 - 24 jam setelah dikonsumsi. - Flickr

Papua No.1 News Portal | Jubi

Goroka, Jubi – Seorang pejabat tinggi bagian kesehatan di PNG mengungkapkan bahwa 12 orang telah meninggal sementara lebih dari seratus lainnya sakit parah setelah masyarakat desa di provinsi Eastern Highlands meminum metanol yang dicuri.

CEO dari rumah sakit Kainantu, dr. Enename Susuke, menerangkan bahwa lima drum berisi metanol telah dicuri dari sebuah fasilitas penelitian pertanian Kamis pekan lalu (9/9/2021).

“Beberapa oknum membobol ruang penyimpanan dan mencuri lima drum metanol dengan volume 44 galon setiap drum.”

Bahan kimia itu kemudian diminum oleh ratusan orang di tiga desa di lembah Aiyura selang akhir pekan ini.

“Mereka mengira itu alkohol dan semua orang meminumnya saat akhir pekan lalu… mulai dari Jumat, Sabtu, dan Minggu, dan kami mulai menerima laporan korban pada Senin ini.”

Menurut dr. Susuke rumah sakitnya telah dibanjiri oleh orang-orang yang mengeluh akibat keracunan metanol.

“100 sampai 200 orang, jadi kami hitung sudah 12 pasien yang meninggal dunia. Kami tidak bisa menahan semua pasien untuk rawat inap… karena tempat tidur kami tidak cukup untuk menampung semua orang itu. Jadi pasien yang kami rasa stabil sudah dipulangkan,” tegasnya.

Loading...
;

Rumah sakit itu sekarang sedang bersiap-siap untuk menerima lebih banyak orang yang sakit, mengingat volume metanol yang dicuri lumayan tinggi.

“Kami memproyeksikan akan ada lebih banyak orang lain yang datang ke RS… karena lima drum dengan volume 44 galon metanol itu berarti ada lebih dari 1.000 liter metanol yang beredar di luar sana,” tambah dr. Susuke.

“Saya telah mengirim tenaga-tenaga kesehatan dari distrik ke daerah yang terkena dampak… bahkan polisi telah dilibatkan untuk menghentikan orang-orang yang sedang mengonsumsi minuman beralkohol.”

Ia khawatir perayaan hari kemerdekaan PNG, yang dimulai sejak Kamis ini, dapat memperburuk situasi.

“Sekarang metanol itu sudah beredar bebas, dan orang-orang meminumnya, yang semakin memperburuk situasi adalah perayaan kemerdekaan PNG, dan kami akan merayakannya mulai besok (Kamis). Masyarakat akan banyak meminum minuman beralkohol, dan merayakan hari kemerdekaan PNG, ini sangat berbahaya bagi kita. Inilah alasannya mengapa saya mengumumkan pesan ini, untuk mencoba menghentikan orang-orang agar tidak meminumnya lagi.” (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top