Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kerusakan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sedang didata

Suasana Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya, Jumat (16/8/2019). – Dok. AMP
Kerusakan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sedang didata 1 i Papua
Suasana Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya, Jumat (16/8/2019). – Dok. AMP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir menyatakan para mahasiswa penghuni asrama sedang mendata kerusakan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya, pasca penangkapan 43 mahasiswa Papua pada Sabtu (17/8/2019). Akan tetapi, Fatkhul belum bisa memastikan apakah perusakan itu akan diperkarakan.

Hal itu disampaikan Fatkhul saat dihubungi di Surabaya pada Minggu (18/8/2019). Menurutnya, empat mahasiswa yang terluka dalam penangkapan Sabtu lalu juga belum memutuskan apakah mereka akan menuntut balik polisi atau tidak.

Kerusakan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sedang didata 2 i Papua

“Fasilitas yang rusak sedang didata. [Akan tetapi,] belum ada kabar untuk membuat [pelaporan dan] berita acara pemeriksaan terkait perusakan asrama tersebut,” kata Fatkhul.

Ia mengatakan seluruh mahasiswa Papua yang sempat ditangkap dan diperiksa pada Sabtu sudah pulang dan kembali ke Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III. “Saat ini mereka sudah berada di asrama dan kondisi mereka dalam keadaan baik,” kayanya.

Fatkhul menyatakan Kontras Surabaya dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Surabaya akan terus memantau situasi di lingkungan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III hingga situasi aman.”Kami akan membantu dan mengadvokasi mahasiswa Papua, untuk tetap memberikan kepastian hukum dan jaminan hukum kepada mereka,” katanya.

Pengurus Aliansi Mahasiswa Papua yang juga sempat ditangkap dan diperiksa polisi pada Sabtu, Hendrik Rumaropen mengatakan pada Minggu ia dan teman-temannya dalam keadaan aman di dalam asrama. Rumaropen bercerita, pada Minggu pagi sekelompok orang bermotor berhenti di depan asrama, dan memotret asrama itu.

Loading...
;

“Saya bangun pagi sekitar pukul  10.00 WIB,  banyak sekali motor yang datang dan mereka memotret asrama, lalu jalan lagi. Setelah itu ada mobil yang lalu lalang. Hingga tadi siang, ada mobil polisi yang parkir persis di depan asrama,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah 43 mahasiswa Papua ditangkap pada Sabtu sore, saat polisi mendobrak dan menerobos masuk Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya. Peristiwa itu terjadi setelah para mahasiswa Papua terkurung di dalam asrama selama 24 jam, gara-gara asrama mereka didatangi tentara dan dikepung warga.

Massa yang mengepung asrama sejak Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB itu meneriakkan ancaman dan melontarkan makian rasial. Semakin malam, massa yang mengepung asrama itu semakin besar.

Pada Sabtu pagi massa yang mengepung asrama tidak terlihat lagi. Akan tetapi, pada Sabtu siang, sejumlah orang kembali terlihat berkumpul di depan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III, dan meneriakkan berbagai ancaman serta makian rasial kepada mahasiswa di dalam asrama.

Dalam situasi seperti itu, polisi memakai pelantang untuk menyuruh para mahasiswa di dalam asrama untuk keluar. Para mahasiswa Papua memilih tetap bertahan di dalam asrama. Polisi akhirnya mendobrak gerbang asrama, menangkap 43 mahasiswa Papua di sana. Sejumlah empat mahasiswa terluka dalam penangkapan itu.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top