Follow our news chanel

Previous
Next

Kerusakan bangunan akibat gempa Maluku mencapai 6.184 unit

Salah satu rumah warga yang rusak akibat gempa 6,3 SR yang mengguncang Sarmi pada Kamis (20/6/2019) pukul 00.24.51 WIB – Jubi/Tempo.co
Kerusakan bangunan akibat gempa Maluku mencapai 6.184  unit 1 i Papua
Ist/Jubi

Selain itu 56 fasilitas umum juga rusak

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan sebanyak 6.184 rumah rusak akibat gempa bermagnitudo 6,5 di Maluku pada Kamis (26/9/2019).

“Data hingga Kamis kemarin, terdapat rumah rusak berat 1.990 unit rusak sedang 1.101 unit, dan rusak ringan 3.093 unit. Selain itu, 56 fasilitas umum juga rusak,” kata Agus, Jumat, (4/10/2019).

Berita terkait : Pemuda pemudi Maluku di Nabire galang dana untuk korban gempa Ambon

Ahli sebut gempa Ambon berbeda dengan sebelumnya

Korban meninggal gempa Ambon mencapai 34 orang

Loading...
;

Agus mengatakan gempa Maluku juga menyebabkan 34 orang meninggal dunia, 149 orang luka-luka dan yang masih mengungsi 179.525 orang. Sedangkan jumlah pengungsi masih cukup banyak karena tidak memahami status tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah setempat.

“Mereka beranggapan selama masa tanggap darurat sebaiknya masih berada di pengungsian. Akibatnya, banyak yang memutuskan tetap di pengungsian hingga masa tanggap darurat berakhir pada Rabu (9/10),” kata Agus menambahkan.

Sedangkan bantuan logistik yang didistribusikan melalui posko provinsi, kabupaten maupun yang secara langsung ke lokasi pengungsian semakin merata. BNPB masih terus membantu pemerintah daerah selama masa tanggap darurat.

BNPB kembali memberikan bantuan dana siap pakai Rp1 miliar untuk operasional penanganan darurat. Selain itu, bantuan logistik berupa tenda gulung 5.000 lembar, matras 3.500 lembar, dan selimut 5.000 lembar juga telah diberangkatkan menuju Maluku.

Terkait pelayanan kesehatan, Agus mengatakan BNPB telah mengerahkan tiga unit rumah sakit lapangan. Untuk penanganan psikososial, pemerintah daerah dan mitra telah bergerak ke beberapa titik seperti Liang,Waai, dan Tulehu. “Pelatihan evakuasi di gedung bertingkat juga diselenggarakan di Kota Ambon,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top