HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kesadaran ibu muda periksa kehamilan masih rendah

Seorang ibu bersama anaknya pulang berobat di Puskesmas Dosay – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pelayanan ibu hamil di Puskesmas Dosay Kabupaten Jayapura tidak lagi dilakukan dari rumah ke rumah tapi semua sudah ditangani di puskesmas. Sayangnya, kesadaran para ibu muda untuk memeriksakan kehamilannya masih rendah.

“Ibu melahiran sudah tidak melahirkan di rumah, mereka sekarang sudah dibawa ke puskesmas untuk ditangani secara medis di puskesmas ini,” jelas Kepala Puskesmas Dosay, Matilda Sorontou, saat ditemui Jubi, Rabu (18/9/2019).

Matilda mengatakan hingga pertengahan tahun ini ibu yang melahirkan di Puskesmas Dosay semua tertangani baik dan tidak ada kendala berarti.

“Kalau yang kami rujuk (ke rumash sakit) karena tidak bisa ditangani di puskesmas ada tiga orang. Hingga saat ini tidak ada ibu yang melahirkan di rumah,” jelasnya.

Lebih jauh Matilda mengatakan kesadaran ibu muda untuk memeriksakan kehamilan belum begitu baik karena umumnya mereka hamil di saat masih sekolah atau kuliah.

“Anak-anak muda yang hamil ketika masih di bangku pendidikan itu ada dan mereka itu yang biasa takut untuk kontrol. Padahal dimana kontrol pada usia kehamilan 12 minggu pertama itu sangat penting bagi pertumbuhan anak di dalam kandungan. Jadi kadang yang kami temukan itu ketika sudah hamil besar baru kami dapatkan, jadi pas hamil muda dari kota datang dan tinggal dengan orangtua itu mereka malu datang,” paparnya.

Loading...
;

Matilda juga menjelaskan ibu-ibu yang sudah pernah melahirkan anak itu ketika haid berhenti mereka sudah datang mengontrolkan kehamilannya ke puskesmas.

“Karena banyak sekali yang melahirkan dengan pendarahan sehingga mereka sekarang itu sangat mengerti sekali pentingnya melakukan kontrol ketika haid berhenti dan mengontrolkan anak di posyandu ketika berbadan dua. Tapi yang sulit itu mama muda, anak-anak yang hamil di usia sekolah ini,” katanya lagi.

Matilda berharap agar setiap orangtua untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka pentingnya melakukan kontrol pada 12 minggu pertama kehamilan. Hal ini penting agar anak yang dikandung lahir sehat dengan berat badan normal.

“Sekalipun dia anak sekolah dia harus laporkan ke orangtua dan ke orang-orang terdekat untuk diantarkan ke posyandu terdekat agar otak dan pertumbuhan anak itu terbentuk dengan baik karena empat sampai dengan 12 minggu itu masa di mana bayi terbentuk. Walau anak itu lahir dengan tidak ada bapak tapi kan lahir baik, terus kalau mamanya tidak pikiran, stres, anak juga demikian. Kalau sudah stres, pikiran itu anak nanti tumbuh dengan tidak,” jelas Matilda.

Terpisah, Lepena Wonda, ibu hamil warga Sabron yang sedang kontrol di Puskesmas Dosay, mengatakan sejak berbadan dua, ia rutin kontrol ke puskesmas.

“Puskesmas Dosay yang terdekat dari Sabron. Sejak hamil itu saya selalu pergi sampai melahirkan juga dengan baik,” katanya.

Lepena mengatakan memang banyak yang tidak peduli dengan pemeriksaan kehamilan, padahal itu baik buat anak yang ada di dalam kandungan.

“Semua tergantung orangtua, mau anak sehat kah tidak. Selama ini kan paling banyak itu hamil di usia muda, jadi mereka takut ke posyandu, nanti mau melahirkan baru bingung-bingung, sudah dikasih tahu tapi bikin malas tahu,” imbuhnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top