Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Keterwakilan perempuan dalam Pemilu Fiji 2018

Perdana Menteri Fiji dari Partai FijiFirst, Frank Bainimarama, setelah mengumumkan kandidat dari partainya untuk Pemilihan Umum 2018. - Development Policy Centre/Atu Rasea/Fiji Times
Keterwakilan perempuan dalam Pemilu Fiji 2018 1 i Papua
Perdana Menteri Fiji dari Partai FijiFirst, Frank Bainimarama, setelah mengumumkan kandidat dari partainya untuk Pemilihan Umum 2018. – Development Policy Centre/Atu Rasea/Fiji Times

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Kerryn Baker

Fiji telah melaksanakan pemilihan umum (pemilu) nasionalnya pada 14 November 2018 lalu. Partai politik FijiFirst yang sedang berkuasa menang tipis dari yang diharapkan pada awalnya, dengan suara hanya sedikit di atas 50 %. Partai oposisi utama, SODELPA, meningkatkan pembagian suaranya dari 28 % pada 2014 menjadi hampir 40 %. Meskipun enam parpol maju, hanya tiga – FijiFirst, SODELPA, dan Partai Federasi Nasional (NFP) – yang berhasil mengumpulkan cukup suara untuk memenangkan kursi di parlemen.

Keterwakilan perempuan dalam Pemilu Fiji 2018 2 i Papua

Perempuan adalah pemain yang penting dalam pemilu 2018, baik sebagai pemilih maupun sebagai kandidat. Walaupun perempuan secara historis, kurang terwakili dalam dunia politik Fiji, pemilu 2018 ini memecahkan rekor baru di parlemen, di mana perempuan sekarang menduduki sepuluh kursi dari 51 kursi parlemen.

Tulisan ini akan membahas bagaimana pencapaian kandidat perempuan di Fiji dalam pemilu ini, dan pelajaran apa yang bisa diambil untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik di masa depan.

Partisipasi perempuan dalam pemilu nasional Fiji 2018

Jumlah perempuan yang maju dalam pemilu Fiji 2018 jauh lebih sedikit daripada laki-laki. Meskipun tidak ada hambatan hukum untuk equal participation dalam pemilu, perempuan hanya mencakup 24 % dari seluruh kandidat pada tahun 2018. Namun, ini sudah menunjukkan peningkatan dari beberapa pemilihan sebelumnya di Fiji. Kurang dari 18 % kandidat pada 2014 adalah perempuan, dan pada 2006 angka ini kurang dari sembilan persen.

Loading...
;

Naiknya jumlah kandidat perempuan – 56 orang pada 018, dibandingkan dengan hanya 20 di 2014 – sebagian besar disebabkan oleh keterwakilan perempuan yang kuat dalam partai-partai kecil, terutama partai Humanity Opportunity Prosperity Equality (dikenal sebagai partai HOPE), yang mencalonkan 19 kandidat perempuan, mewakili 68 % dari keseluruhan anggota partai itu. Jumlah kandidat perempuan yang diajukan oleh partai-partai dengan kursi di parlemen – FijiFirst, SODELPA, dan Partai Federasi Nasional (NFP) – tetap sama jumlahnya dengan pemilu 2014.

Saat pemilu 2014, lima dari tujuh partai politik yang bersaing dalam pemilu memiliki presiden atau pemimpin partai perempuan. Sejak saat itu, laki-laki telah menggantikan perempuan dalam posisi kepemimpinan, Presiden Partai FijiFirst (Jiko Luveni mengundurkan diri sebagai Presiden Partai FijiFirst pada 2014 untuk mengambil posisi sebagai juru bicara parlemen), pemimpin SODELPA, dan presiden NFP. Sementara itu, perempuan memegang jabatan pemimpin terkemuka di partai-partai lain, keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan di partai-partai yang paling dominan selama pemilu ini telah menurun secara signifikan.

Representasi perempuan yang minim sebagai kandidat dan pemimpin-pemimpin politik, mencerminkan institusi dan budaya politik yang didominasi oleh kaum pria. Meski jumlah keterwakilan perempuan sebagai kandidat dan anggota parlemen (MP) semakin meningkat, ranah politik Fiji masih merupakan ruang yang maskulin dan menjadi tempat yang tidak bersahabat untuk perempuan. Kandidat-kandidat perempuan dalam pemilu sebelumnya di Fiji telah melaporkan berbagai pelecehan verbal dan online yang harus mereka menghadapi.

Bagaimanapun juga, pemilu 2018 membawa hasil yang relatif positif dalam hal keterwakilan perempuan. Sepuluh MP perempuan terpilih masuk ke parlemen, dua orang lebih banyak dibanding pemilu 2014. Ini berarti Fiji tetap merupakan salah satu negara di kepulauan Pasifik dengan kinerja tertinggi, dalam hal perwakilan politik kaum perempuan. Hasil pemilu 2018 menempatkan Fiji di posisi yang setara dengan Dewan Perwakilan Rakyat AS, dan tepat di luar peringkat 100 negara teratas di dunia dalam rasio perempuan di parlemen.

Prestasi pria dalam pemilu masih lebih baik daripada perempuan; tingkat keberhasilan kandidat laki-laki itu 23 %, dan 18 % untuk kandidat perempuan. Rata-rata pembagian suara untuk kandidat perempuan adalah 668 suara, lebih rendah dari kandidat pria 2.329 suara. Bahkan jika kita tidak memasukkan suara untuk pemimpin dari dua partai besar (Frank Bainimarama dari FijiFirst, yang memenangkan 167.732 suara, dan Sitiveni Rabuka dari SODELPA yang memenangkan 77.040) dalam penghitungan ini, rata-rata pembagian suara untuk kandidat pria adalah 973 suara, masih lebih tinggi dari rekan perempuan mereka.

Setidaknya ada satu MP perempuan di setiap partai yang diwakili di parlemen yang baru: lima perempuan di FijiFirst (19 %), empat di SODELPA (19 %), dan satu di NFP (33 %). Meski proporsi MP perempuan sama untuk FijiFirst dan SODELPA, pembagian suara secara keseluruhan, untuk MP perempuan SODELPA jauh lebih tinggi – 19.261 suara, dibandingkan dengan hanya 4.546 suara untuk MP perempuan FijiFirst. Lima kandidat perempuan dengan pembagian suara paling tinggi, semuanya merupakan kandidat SODELPA; kandidat perempuan SODELPA dengan hasil suara tertinggi kelima dan keenam tidak berhasil masuk ke parlemen, padahal hasil suara mereka lebih tinggi daripada MP perempuan dengan suara paling tinggi di FijiFirst.

SODELPA memiliki proporsi kandidat perempuan yang lebih rendah (14 %) dibandingkan partai lain, tetapi kohort mereka memiliki kinerja yang sangat baik dalam pemilu, dengan ketujuh kandidat tersebut mendominasi daftar sepuluh kandidat perempuan dengan suara tertinggi, dan juga masuk dalam 50 kandidat dengan jumlah suara teratas secara keseluruhan.

Apa yang bisa dipelajari dari pemilu Fiji 2018?

Tidak seperti di kebanyakan negara Pasifik lainnya, parpol memainkan peran penting dalam akses ke dunia politik di Fiji. Meski ada dua calon independen dalam pemilu 2014, termasuk kandidat perempuan Roshika Deo, tidak ada yang mencapai batas minim lima persen. Tidak ada calon independen yang maju pada 2018. Hal ini menunjukkan sejauh mana keanggotaan dengan parpol tertentu menentukan akses perempuan ke dunia politik. Oleh karena itu, meningkatkan keterwakilan perempuan memerlukan kepemimpinan partai yang bersahabat dan struktur partai yang inklusif. Dalam hal ini, turunnya jumlah perempuan dalam posisi pemimpin senior, terutama di parpol terbesar, sangat memprihatinkan.

Namun, sistem pemilu juga mengutamakan popularitas pribadi, di mana akses seorang kandidat ke kursi parlemen tergantung pada suara keseluruhan bagi partai mereka dan pembagian suara setiap individu. Ini berarti peluang perempuan dapat ditingkatkan dengan menaikkan profil kandidat perempuan. Ke depannya, sangat penting bagi kita untuk belajar dari kampanye kandidat seperti Lynda Tabuya, kandidat perempuan dengan suara paling tinggi pada 2018 (dan peringkat lima secara keseluruhan), yang meningkatkan suara pribadinya enam kali lebih banyak daripada pemilu 2014.

Akhirnya, kita juga perlu menyadari perempuan di Fiji itu adalah kelompok tidak homogen, dan faktor seperti identitas etnis, agama, budaya, dan identitas lainnya juga turut berpengaruh dalam memungkinkan atau menghalangi akses masuk ke dunia politik. Partisipasi perempuan Indo-Fiji menduduki tingkat yang lebih rendah daripada perempuan pribumi Fiji, dan parlemen yang baru mencerminkan fakta ini. Secara khusus, perempuan asli Fiji dari keluarga-keluarga pemimpin adat, memiliki keterwakilan tinggi dalam politik Fiji. (Development Policy Centre, Australian National University)

 

Editor : Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top