Follow our news chanel

Previous
Next

Ketika PT Antam beroperasi di Pegunungan Bintang: Neraka bagi negeri Ok  

Distrik Pepera, Pegunungan bintang, Papua - Jubi/Google map
Ketika PT Antam beroperasi di Pegunungan Bintang: Neraka bagi negeri Ok    1 i Papua
Distrik Pepera, Pegunungan bintang, Papua – Jubi/Google map

Oleh: Pinong Urapkur 

Kita masih dilanda kecemasan tentang pandemi covid-19, tapi sesekarat apapun situasi dunia saat ini, ekonomi global harus tetap diselamatkan. Ekonomi global pastinya berhubungan dengan proses produksi perusahaan.

Begitu juga PT Antam (Aneka Tambang) yang diam-diam sudah melakukan persiapan yang sangat panjang dan matang untuk beroperasi di Pegunungan Bintang.

PT Antam didirikan sejak 1968, merupakan perusahaan yang beroperasi melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengelolaan mineral dan penjualan hasil pengolahan konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia.

Dana Amin telah dipilih oleh pemilik saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menjadi direktur utama (Dirut) pada Desember 2019.

Dana Amin dan dua pimpinan yang dilantik tersebut juga merupakan bagian dari PT Inalum tersebut yang juga merupakan pemilik dari 51% saham yang ada di PT Freeport.

Pada 2009 PT Antam menemukan potensi cadangan emas dan mineral yang sangat menjanjikan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, persisnya di Distrik Pepera, perbatasan RI-PNG.

Loading...
;

Kabarnya, di sana ada emas, tembaga, batu bara, dan juga thorium, unsur kimia radioaktif yang lebih aman ketimbang uranium.

”Survei geologis menunjukkan potensinya bagus dan menjanjikan,” kata Tato Miraza, Direktur Utama PT Antam pada saat itu menjabat direktur pengembangan (Theglobal-review.com, 21 Juli 2013).

Tato belum bisa memastikan mineral apa saja dan berapa besar potensi yang dikandung wilayah seluas 200 ribu hektare yang pernah disurvei itu.

Sejauh ini, survei geologis baru menggambarkan potensi cadangan emas. Tapi Direktur Jenderal Mineral dan Pertambangan Thamrin Sihite sudah berani mengatakan cadangan di Pegunungan Bintang bisa melampaui milik Freeport.

“Kalau cadangan Freeport  2,5 miliar ton, maka yang di perbatasan bisa lebih dari itu,” kata Thamrin.

Penemuan ini segera menjadi incaran korporasi besar pecandu logam kerak bumi. PT Antam sadar itu.

Mereka pun bergerak cepat. Tato mengatakan pada 2010, PT Antam sudah membicarakan eksplorasi kawasan Pegunungan Bintang dengan bupati dan gubernur Papua.

Pada 2011, Antam resmi mengajukan Izin Usaha Pertambangan. Izin keluar berupa 4 IUP untuk tiap-tiap 50 ribu hektare.

Pada Juli 2011, Antam mulai melakukan eksplorasi. Sekitar 62,6 miliar rupiah digelontorkan untuk menyukseskan apa yang Tato sebut sebagai “momentum emas” perusahaan tambang milik negara itu. Tapi eksplorasi tak berlangsung lama.

Instruksi Presiden terkait moratorium pemberian izin baru di kawasan hutan alam primer menjadi kendala. “Lahan ternyata masuk area hutan primer,” kata Tato.

Hingga saat ini secara prosedural belum ada penjelasan mengenai status akhir PT Antam di Pegunungan Bintang yang dipublikasi.

Jika dilihat secara sistematis untuk melakukan eksplorasi di suatu daerah harus mendapatkan izin AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan), sementara wilayah ini termasuk dalam hutan konservasi, sehingga diperlukan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dari dinas terkait, untuk dilakukan perubahan menjadi wilayah tambang.

Sekitar tahun 2017 yang terdengar masyarakat asli setempat telah menolak PT Antam. Karena izin usaha sudah dikeluarkan, maka PT Antam masih menjalankan aktivitasnya.

Dari informasi masyarakat di Distrik Oksibil pertengahan Januari 2020, setiap subuh helikopter milik perusahaan biasa mengangkut alat-alat berat menuju ke Distrik Pepera, kemudian ada salah satu media yang memberitakan bahwa Januari 2020 Antam siap mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk melakukan operasi di beberapa tempat, yang salah satunya adalah di Pegunungan Bintang.

Bagaimana kehidupan orang Pegunungan Bintang setelah PT Antam beroperasi?

Budaya dan sosial

Budaya sangat erat dengan filosofi hidup setiap manusia, yang juga berhubungan dengan alam sekitar menyatu secara spiritual dan dipercaya secara nyata juga mempengaruhi kehidupan di sekitar.

Sesuai dengan filsafat Ok (air) yang merupakan sumber hidup, kesejukan, ketentraman dan kedamaian itulah yang selalu menjadi cerminan manusia Ok yang memiliki kepribadian tenang dan selalu cinta akan kedamaian.

Sudah dilihat secara faktual bahwa  orang Papua mengalami tiga loncatan zaman, yang menurut penulis Frantz Fenon, hal ini mengakibatkan kita mengalami shock culture, yang berdampak pada hilangnya kepercayaan diri untuk mempertahankan budaya asli kita dan cepat sekali terpengaruh dengan dengan budaya luar.

Kita akan kehilangan eksistensi jati diri kita, apalagi dengan perusakan alam yang akan diakibatkan oleh masuknya PT Antam, karena menghancurkan tempat yang kita anggap sakral; tempat yang banyak mengandung kekayaan alam.

Terjadinya kerusakan alam dengan kehadiran PT Antam akan juga berpengaruh buruk bagi kehidupan manusia Ok, tidak hanya secara fisik yang dirugikan, tetapi juga spiritual; yang akan memusnahkan akar landasan hidup manusia Ok.

Semakin banyak budaya baru yang muncul, mungkin kita hanya menyadarinya sebagai kebiasaan suatu kegiatan, tapi itu adalah bentuk melestarikan budaya yang baru yang akan terus menerus berasimilasi sehingga budaya asli pun akan terlihat usang dan tidak layak untuk dilestarikan.

Semakin meningkatnya kelompok-kelompok budaya bentukan baru yang berjalan dengan kepentingan masing-masing, dan ujung-ujungnya budaya maupun adat kita akan diatasnamakan untuk mendapat uang ataupun jabatan, terjadi perubahan nilai dari budaya itu sendiri, yang dulunya dianggap sebagai hal yang sakral namun sekarang budaya atau jati diri bisa disamakan dengan uang dan jabatan.

Berapa jumlah orang asli Pegunungan Bintang yang selesai dari jurusan pertambangan maupun sarjana?  Sedangkan IPM Pegunungan Bintang sampai tahun 2018 menduduki peringkat ketiga terendah di seluruh Provinsi Papua (Katadata.co.id, 23 September 2019).

Orang-orang dari berbagai penjuru dunia akan ke Pegunungan Bintang untuk dipekerjakan di PT Antam , dan orang Asli Pegunungan Bintang akan semakin tersingkirkan.

Masyarakat Pegunungan Bintang sekarang hidup berdasarkan beberapa suku besar akan terpecah menjadi kelompok marga yang memiliki hak ulayat atas tanah pertambangan dan marga yang tidak memiliki hak ulayat.

Dari sini pula akan muncul sikap iri dan kemungkinan besar akan terjadi peperangan terus-menerus, ujung-ujungnya penambahan militer terus dilakukan untuk alasan “keamanan masyarakat” dan menjaga teritori politik kedaulatan, serta menjaga area pertambangan.

Peluang kerja yang sudah semakin banyak dikuasai oleh orang dari luar akan semakin banyak menambah persoalan sosial: menjadi pengangguran salah satu cara bertahan hidup adalah dengan menjual tanah. Jika jika tidak ada keterampilan mengelola uang, kemudian hanya akan dihabiskan untuk miras, memakai ganja, mencari tempat hiburan, kemudian terjadi jual-beli seks dan akan menjadi kecanduan.

Persoalan-persoalan di atas adalah contoh permasalahan sosial yang masih marak terjadi hari ini, apalagi ditambah dengan beroperasinya PT Antam pastinya akan semakin mengacaukan situasi sosial masyarakatnya.

Wilayah Pegunungan Bintang yang dikenal dengan orang-orang yang ramah kemudian berubah menjadi ladang konflik horizontal antarmarga, suku, maupun etnis.

Dari pola hidup komunal pun akan berubah menjadi individualis karena tekanan dan persaingan hidup yang ketat. Belum lagi jika terjadi hal yang sama seperti di Tembagapura baru-baru ini, para tuan tanah yang diusir dari tanahnya sendiri oleh aparat keamanan demi memperlancar operasi PT Antam.

Ekonomi

Dari sisi ekonomi kita mempraktikkannya hanya untuk memenuhi kebutuhan primer dengan prinsip barter, bahkan seiring berjalannya waktu, ada sebagian kecil orang Pegunungan Bintang yang bergelut di bidang ekonomi.

Namun secara kuantitas dan kualitas masih jauh dibandingkan dengan pendatang yang menguasai perekonomian di Pegunungan Bintang, sedangkan ketika PT Antam masuk akan berpengaruh terhadap perputaran arus ekonomi yang kencang, ditambah dengan semakin banyak orang luar yang akan datang ke sana sehingga persaingan ekonomi semakin ketat.

Ketika semisalkan mungkin PT Antam memberikan tunjangan uang ke masyarakat, akan sangat mungkin diragukan membantu perekonomian tersebut, karena berkaca dari belum adanya budaya perdagangan yang mendukung perekonomian dan dapat disinggung dengan melihat dana otsus yang sangat banyak, tetapi belum mampu diolah oleh pemerintah daerah untuk pengembangan ekonomi kerakyatan.

Perekonomian makro juga akan sangat merajalela di Pegunungan Bintang sehingga akan berpengaruh negatif untuk perkembangan ekonomi mikro ataupun para pengusaha dengan modal kecil yang kebanyakan adalah orang asli Pegunungan Bintang.

Bahkan yang menjadi pelaku aktif perekonomian yang kita jumpa sehari-hari di pasar adalah mama-mama yang membawa hasil jualannya dari balik beberapa gunung ke ibu kota kabupaten di Oksibil, dengan biaya transportasi sekitar Rp 100 ribu pulang-pergi akan semakin menderitalah mereka.

Lingkungan dan kesehatan

Letak wilayah Pegunungan Bintang yang berada di tengah (jantung) Papua dan merupakan pusat mata air dari sungai Digul (mengarah ke Selatan), sungai Mamberamo (mengarah ke utara), sungai Sepik (mengarah ke timur), akan berdampak sangat fatal bagi alam jika PT Antam mulai beroperasi. Pembuangan limbah tailing jika tidak dikelola dengan baik akan terjadi pencemaran di beberapa sungai besar di Papua.

Tak hanya itu, pasti akan berpengaruh terhadap ekosistem kehidupan di seluruh wilayah ini, contohnya akibat merugikan dari zat arsen bagi kesehatan manusia adalah apabila terkandung >100 ppb dalam air minum, akan mengalami iritasi usus, kerusakan saraf dan sel, kelainan kulit atau melanoma serta kanker usus.

Merkuri mengakibatkan binatang pemakan biji-bijian dan tubuh ikan tidak layak dikonsumsi oleh manusia yang bisa menyebabkan terganggunya fungsi ginjal dan hati, mengganggu sistem enzim dan mekanisme sintetik.

Merkuri (Hg) organik dari jenis metil-merkuri dapat memasuki plasenta dan merusak janin pada ibu hamil, mengganggu saluran darah ke otak serta menyebabkan kerusakan otak, hipertensi  yang menyebabkan penyakit hati.

Merkuri dan kadmium (Cd) juga menyebabkan rusaknya lapisan tanah yang juga berpengaruh perkembangan tumbuhan yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Ketika nanti akan dibangun kota pertambangan yang sangat maju seperti di Tembagapura, dengan fasilitas lengkap yang berkualitas konsekuensi besar bahwa di bawah tanah telah terjadi kerusakan zat-zat penyusun humus tanah yang akan rusak dan terkena racun limbah, bahkan akan rawan bencana alam, berpengaruh juga terhadap kesehatan masyarakat yang lambat laun korban akan terus berjatuhan.

Fasilitas kesehatan perusahaan pastinya lengkap untuk mengobati para pekerja yang sakit. Namun masyarakat asli pasti sulit untuk mendapatkan akses kesehatan yang sama bagusnya dengan pekerja di perusahaan.

Politik

Politik, “hak kekuasaan” siapa yang berkuasa dialah yang mengatur, terkait pengiriman militer akhir maret lalu, kemudian bupati Costan Oktemka yang dikabarkan oleh masyarakat Oksibil selalu memakai helikopter milik PT Antam dari kediamannya ke kantor bupati, yang berjarak tidak lebih dari 15 km.

Lalu ketika puluhan tahun TPN-OPM di wilayah ini yang tak terdengar kabarnya tiba-tiba saja muncul di berbagai media.

Dimanapun daerahnya ketika ada suatu perusahaan yang ingin beroperasi di suatu wilayah kemudian ditolak oleh masyarakat asli selalu saja menggunakan kaki tangan militer untuk mengamankan proyek besarnya.

Setelah itu manajemen konflik harus diciptakan sebagai pengalihan isu untuk mengelabui, menakuti dan mengaburkan fokus masyarakat di daerah itu.

Ketika pun tahun politik sangat besar peluang untuk meloloskan perusahaan beroperasi dengan imbalan uang/fasilitas dari perusahaan dan digadaikan dengan tanah masyarakat.

PT Antam adalah badan usaha milik negara yang menjalankan proyek-proyek besar negara, kepala daerah dan militer adalah aparatur negara dapat dilihat jelas bahwa semua itu adalah kesatuan yang tak terpisahkan dalam kerja-kerjanya.

Sedangkan badan legislatif daerah pun untuk segala aspek masih belum mampu melaksanakan berbagai kebijakan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat termasuk perekonomian masyarakat.

Akankah para pejabat legislatif mampu melihat riil persoalan yang ada atau akan silau dengan jumlah yang ditawarkan oleh PT Antam?

Letak daerah pertambangan yang akan dibuka juga terdapat perusahaan tambang Ok Tedi Mining milik PNG akan menjadi persoalan baru, yaitu perebutan wilayah di mana Indonesia akan didukung oleh Amerika Serikat-PNG kemungkinan besar akan didukung oleh Australia dan China, konflik akan sering memanas antara militer Indonesia dan militer PNG, yang ujung-ujungnya akan berdampak pada penggiringan isu OPM untuk melegalkan gencatan senjata, ujung-ujungnya rakyat pribumilah yang menjadi korban, nyawa dibayar dengan uang elite-elite daerah dan negaralah yang secara penuh akan menikmati keuntungan dari hasil pertambangan ini.

Neraka “api” tak akan bisa bersatu dengan air, salah satu diantaranya harus ada yang menang dan kalah, bagaimana ke dua elemen ini harus mempersiapkan kekuatan masing-masing.

Akankah api mengalahkan negri Ok dan masyarakat yang dikorbankan, ataukah negeri Ok mampu mengalahkan api, kemudian siapa yang dikorbankan?

Artikel ini berasal dari berbagai diskusi yang diikuti penulis dan berkaca pada persoalan pemilik hak ulayat Nemangkawi, yang diharapkan bisa menjadi dasar pertimbangan akan dampak buruk dari persoalan PT Antam yang sangat fatal, tetapi tidak diselesaikan secara seius hingga saat ini.

Solusi

Kekayaan alam yang ada tak selalu harus digadaikan dengan pertambangan yang memiliki dampak negatif yang sangat banyak.

Jika masih banyak kekayaan alam yang ada di permukaan tanah kenapa harus mengambil kekayaan yang ada di dalam tanah yang akan mengganggu ekosistem di permukaan tanah yang masih sangat kaya?

Kurang lebih seperti itu yang disampaikan oleh salah satu bapak asli Yogyakarta yang juga merintis usaha kopi asli Pegunungan Bintang.

Dia mengatakan, kopi Pegunungan Bintang adalah “emas hitam” yang sangat memukau, dengan kekhasan tipikal arabika yang merupakan jenis terbaik dunia dengan harga tawar tinggi.

Itu salah satu peluang besar yang seharusnya dimanfaatkan, tetapi lagi-lagi bupati Pegunungan Bintang sendirilah mengacaukan varietas asli kopi dengan mengirim bibit kopi dari Jember, Jawa Timur.

Ya, pemanfaatan sumber daya alam dan ekonomi mandiri masyarakat, seperti ulasan singkat di atas, SDA yang berada di permukaan tanah, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan obat-obatan herbal yang pastinya menjadi kebutuhan pokok seluruh masyarakat.

Juga pemanfaatan keindahan alam dengan membangun tempat pariwisata dan dapat dikolaborasikan dengan tetap menonjolkan kebudayaan asli, sehingga mampu menarik perhatian banyak orang untuk berkunjung ke snaa.

Masyarakat juga dirangkul dan diajak bekerja bersama. Dari hasil berbagai sektor ini, kemudian dijadikan kas per kampung atau dijadikan gaji bagi masyarakat yang ikut bekerja.

Hal-hal seperti ini yang seharusnya menjadi salah satu fokus pemerintah.

Perlu adanya komitmen bersama dari semua elemen masyarakat, pemerintah, adat dan gereja di Pegunungan Bintang, untuk bersepakat secara tegas menolak PT Antam.

Kita bisa mengolah kekayaan alam sendiri dan menjaga keluhuran jati diri yang kita miliki sebagai pedoman hidup, yang terus menuntun kita secara spiritual maupun intelektual dan emosional, kenapa mesti diberikan kepada pihak lain yang akan menjadikan kiamat bagi Negri Ok! (*)

Penulis adalah aktivis kemanusiaan dan anggota AARG

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top