Follow our news chanel

Ketika Steven Abraham melakukan perlawanan

Steven Abraham saat berdialog dengan masyarakat beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ketika Steven Abraham melakukan perlawanan 1 i Papua
Steven Abraham saat berdialog dengan masyarakat beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

DALAM beberapa hari terakhir nama Steven Abraham menjadi perbincangan berbagai kalangan di Kabupaten Merauke, setelah beredar surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang ditandatangani ketua umum, Prabowo Subianto, terkait pemberhentiannya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Merauke.

Selain itu, Steven Abraham yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, harus menelan pil pahit lagi. Karena setelah dinyatakan lolos untuk DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan (dapil) Papua, namanya  harus dicoret dan diganti Yan Permenas Mandenas.

Setelah merasa diberhentikan secara sepihak dan dicoret dari daftar caleg DPR RI yang sedianya dilantik Oktober mendatang, Steven yang merupakan utusan masyarakat dari wilayah Papua Selatan, akhirnya melakukan perlawanan.

“Saya mencoba memediasi terlebih dahulu. Jika tidak ada jalan penyelesaian, langkah hukum terakhir akan saya tempuh dengan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” ungkap Steven Abraham, yang dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (22/9/2019).

Menurutnya, pemberhentian dirinya bersama tiga kader lain yang lolos ke Senayan, tanpa pemberitahuan sama sekali.

“Saya hanya mendapatkan informasi dari beberapa teman, kalau nama kami telah diubah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan diganti orang lain,” ujarnya.

Loading...
;

Dikatakan, pemberitahuan itu baru diperoleh pada Jumat, 20 September 2019. Sementara jadwal pelantikan anggota DPR RI akan dilangsungkan pada 1 Oktober 2019. Sehingga, sepertinya sengaja diatur seperti ini agar tidak ada waktu menggugat atau mengajukan keberatan, lantaran waktunya sangat mepet.

Steven mengaku dirinya bersama tiga rekan lain telah melewati sidang di Mahkamah Konstitusi dan dinyatakan menang, sehingga wajib hukumnya, pelantikan dilakukan. Kalaupun ada persoalan, mestinya setelah pelantikan baru partai mengambil langkah lebih lanjut.

Diakui jika ada gugatan Mulan, cs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Karena ada beberapa daerah, suara partainya lebih besar dibandingkan caleg yang lolos. Jadi permintaan mereka (Mulan, cs) harus diloloskan ke Senayan.

“Itu berbeda dengan di Papua. Justru suara saya dalam pemilihan legislatif (pileg) 17 April 2019 lalu sebanyak 83.000 lebih. Sedangkan suara partai hanya sekitar 23.000. Memang kasus saya unik dan agak berbeda,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan alasan DPP mencoret dirinya dan diganti Yan Mandenas.

“Kita semua tahu bahwa Yan Mandenas, sebelumnya adalah kader Partai Hanura. Saya sendiri adalah kader dan telah bergabung sejak tahun 2010 silam,” tegasnya.

“Lalu yang digugat Wulan, cs ke PN Jakarta Selatan adalah caleg lain di sejumlah daerah di luar Papua. Tetapi kok tiba-tiba saya dicoret dan diganti Yan Mandenas,” tanya dia.

Ketika Steven Abraham melakukan perlawanan 2 i Papua
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Merauke, Steven Abraham – Jubi/IST

Steven mengaku sampai sekarang dirinya belum mendapatkan salinan putusan pemberhentian dari DPP Partai Gerindra.

“Kami sudah menemui beberapa petinggi partai dan mereka juga tak mengetahui sama sekali. Jangankan sidang, tahu saja tidak,” tegasnya.

Meskipun sampai hari ini belum mendapatkan SK, namun nama mereka di KPU RI telah diubah dengan orang lain.

Steven mengaku pemberhentian dirinya tanpa sebab dan akibat serta alasan mendasar.

“Untuk memberhentikan seseorang, harusnya ada persoalan serius. Selama ini saya tak pernah melakukan hal-hal di luar aturan partai. Juga menggunakan uang partai demi kepentingan pribadi atau hal lain yang merugikan partai,” tegasnya.

Ditanya alasan diberhentikan, Steven mengaku hanya tertulis dalam surat kalau itu alasan pertimbangan dewan advokasi Partai Gerindra.

“Jadi, tak ada hujan angin, tiba-tiba saya diberhentikan,” ujarnya.

Steven menambahkan dirinya bersama tiga rekan lain akan mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta besok.

“Itu yang saya lakukan sebagai jalan terakhir,” tegasnya.

Dijelaskan, dari 10 caleg DPR RI yang akan dilantik untuk dapil Papua, hanya dirinya mewakili wilayah Papua Selatan. Ini adalah suatu kerugian besar bagi masyarakat di Papua Selatan.

“Memang saya orang Cina, tetapi saya tidak bekerja untuk kepentingan pribadi. Tetapi semata-mata bekerja memperjuangkan apa yang diinginkan dan diharapkan orang asli Papua,” ucapnya.

Dia meminta kepada seluruh masyarakat di Papua agar tetap tenang, karena masih ada langkah atau perjuangan dilakukan yakni menempuh jalur hukum ke PTUN.

“Bagi saya, partai telah melakukan tindakan semena-mena atas pemberhentian saya sebagai  caleg terpilih di DPR RI dan juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Merauke,” tegasnya.

Sementara dalam surat DPP Partai Gerindra yang ditandatangani Prabowo Subianto (ketua umum) yang ditujukan kepada Ketua KPU RI tanggal 11 September 2019, tidak lain perihal langkah administrasi pelaksanaan putusan PN Jakarta Selatan Nomor 520/Pdt.Sus.Parpol/2019/PN-JKT-Sel.

Dalam surat itu, dijelaskan pemberhentian keanggotaan merupakan bagian dari langkah administrasi internal DPP Partai Gerindra guna memastikan penetapan para penggugat sebagai anggota legislatif dari Partai Gerindra sebagaimana dalam diktum putusan PN Jakarta Selatan  Nomor 520/PdtSus. Parpol/2019/PN Jkt.Sel yang memutuskan memberhentikan Steven Abraham sebagai anggota Partai Gerindra.

Selain itu, tulis DPP Partai Gerindra, meminta kepada KPU RI agar menindaklanjuti langkah administrasi yang telah dilakukan dengan menetapkan Yan Permenas Mandenas sebagai anggota DPR RI dapil Papua dari Partai Gerindra menggantikan Steven Abraham. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top