Follow our news chanel

Previous
Next

Ketua Adat Miwa-PNG: Hari ini kami sambung kembali persaudaraan

Ketua adat Miwa-PNG sedang bersalaman dengan mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, serta Ketua LMA, Ignasius Ndiken – Jubi/Frans L Kobun
Ketua Adat Miwa-PNG: Hari ini kami sambung kembali persaudaraan 1 i Papua
Ketua adat Miwa-PNG sedang bersalaman dengan mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, serta Ketua LMA, Ignasius Ndiken – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Ketua Adat Miwa, Papua Nugini (PNG), Kanibae Mandoa, tak mampu menyembunyikan suka cita dan kegembiraannya, setelah bersama kurang lebih 1000  masyarakat Suku Yeinan berkumpul di Kampung Kweel, Distrik Elikobel untuk upacara ritual adat.

“Selama ini kami berjauhan. Hari ini kami datang sekaligus menyambung persaudaraan kembali,” ujarnya kepada Jubi, Jumat (30/8/2019).

Dikatakan, selama ini di negaranya, kurang ada perhatian diberikan di sana. Olehnya, melalui kesempatan ini, ia berharap pemerintah Indonesia bisa membantu apa saja terutama berkaitan dengan kebutuhan hidup sehar-hari, juga akses transportasi.

“Banyak keluarga di sini, namun kendala yang dihadapi adalah akses transportasi yang sulit dijangkau. Hanya dengan mendayung perahu baru sampai di Kampung Kweel dan sekitarnya,” kata dia.

Olehnya, lanjut dia, agar akses jalan sebagai penghubung sekiranya dapat dibuka pemerintah Indonesia sehingga hubungan kekeluargaan dua negara terus terjalin dengan baik.

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, mengaku ketika masih menjabat, telah ada pembicaraan antar dua negara untuk pembangunan akses jalan antar negara dan terdapat sejumlah titik telah dibangun.

Loading...
;

“Tentunya apa yang disampaikan Ketua Adat Miwa-PNG, tetap menjadi suatu catatan untuk harus dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Romanus menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya pesta adat dimaksud sekaligus mempersatukan yang terpisah selama ini.

“Mari kita menjadi saudara, meskipun rumah kita berbeda. Kita adalah saudara, karena adat mempersatukan. Persaudaraan harus terus dijalin dan dipupuk agar menjadi aset, sekaligus dapat diwariskan kepada anak cucu,” pintanya.

“Kalau kita semua taat adat, mari kita saling menghargai. Karena adat adalah martabat serta harga diri kita masing-masing,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top