Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ketua BP Am GKI Nabire: Peresmian gedung bukan berarti tugas pelayanan selesai

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Ketua Badan Pekerja Am Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua Wilayah Lima Nabire, Pdt. Linda Upessy, mengatakan dengan diresmikannya kantor klasis GKI Nabire dan PSW YPK Wilayah 5 GKI di Tanah Papua, bukan berarti tugas pelayanan telah selesai.

Tetapi merupakan tanggung jawab besar bersama para pelayan firman Tuhan dan semua warga jemaat, untuk menjaga dan merawat serta menggunakan gedung sebagai tanda suka cita dan syukur kepada Tuhan.

Ketua BP Am GKI Nabire: Peresmian gedung bukan berarti tugas pelayanan selesai 1 i Papua

“Peresmian sudah dilaksanakan dan tugas kita tidak berakhir tetapi bagaimana kita jadikan gedung sebagai tempat pelayanan,” ujar Pdt. Linda, usai pada peresmian gedung tersebut, Rabu (31/10/2018).

Pdt. Linda mengatakan dalam pekerjanan Tuhan, ada kekuatan dan hikmat yang terus diberikan. Tetapi  harus secara bersama melakukan pekerjaan pelayanan yang dipercayakan.

“Sebab hanya dengan berjalan bersama, saling menopang, maka pekerjaan yang besar akan diselesaikan sebagai wujud dari kehadiran Allah di tengah manusia,” katanya.

Menurutnya, peresmian ini merupakan keputusan bersama yang mengacu pada bulan Oktober sebagai bulan GKI. Dimana HUT ke-62 GKI di Tanah Papua ditayakan pada tanggal 26 Oktober.

Loading...
;

“Tetapi juga tanggal 31 Oktober merupakan hari ke 501 tahun reformasi gereja GKI,” terangnya.

Lanjutnya, dengan usia ke-62 tahun, peresmian gedung klasis serta 501 tahun, maka diharapkan kepada seluruh warga jemaat GKI, khususnya Klasis GKI Nabire, untuk bersama-sama menunjukkan kehidupan dalam pembaharuan iman.

Artinya, reformasi iman harus diawali dari diri pribadi dan membias dalam kehidupan keluarga, karena keluarga merupakan basis jemaat, persekutuan, dan jemaat terkecil. 

“Jika setiap keluarga adalah jemaat terkecil yang hidup dalam pembaharuan iman maka pasti akan berdampak terhadap lingkungan di luar, baik di tempat kerja dan lingkungan sekitar, katanya.

Dengan demikian, kata Pdt Linda, setiap jemaat akan menunjukan bahwa setiap pribadi adalah agen pembaharuan dalam kehidupan bersama dengan orang lain, dan dalam peran dan tugas tanggung jawab masing-masing.

Ketua  Badan Pekerja AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, mengatakan tugas gereja tidak hanya melakukan pekabaran Injil secara verbal, tetapi juga secara holistik.

“Artinya Injil harus hidup dan nyata dalam pelayanan sehingga kantor yang baru ini dapat menjadi tempat pelayanan kepada jemaat yan dikerjakan oleh gereja,” tuturnya.

Mofu juga berpesan kepada seluruh jemaat GKI di Nabire agar terus menjaga dan menjunjung keberagaman dan kebersamaan antar umat beragama.

“Kebersamaan harus diutamakan, baik di jemaat sendiri maupun sesama agama lain,” pesannya.

Klasis Nabire, meliputi tujuh Kabupaten di antaranya, Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya.

Gedung yang dibangun dua lantai ini menelan biaya sebesar RP 5,5 miliar yang diperoleh dari bantuan Pemkab Nabire, Klasis Nabire, serta warga jemaat.

Gedung baru itu dibangun di atas tanah seluas 782 meter persegi, dengan panjang 38 meter dan lebar 16 meter, mulai dikerjakan sejak tahun 2013.

Rencananya, untuk lantai satu akan dijadikan sebagai kantor PSW dan Klasis Nabire serta tempat usaha dan pertemuan. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top