Ketua Fraksi Hanura DPRP: Jangan Jadikan Papua Objek Konflik

Ketua Fraksi Pikiran Hanura DPR Papua, Yan Mandenas - Jubi/Doc
Ketua Fraksi Pikiran Hanura DPR Papua, Yan Mandenas – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Hilangnya dua Warga Negara Indonesia (WNI), Sudirman (28 tahun) dan Badar (30 tahun) di wilayah perbatasan Papua Nugini (PNG) – Papua, Indonesia beberapa hari lalu, dan memunculkan dugaan keduanya diculik orang tak dikenal di Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, pertengahan pekan lalu, disikapi Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas.

Ia mengatakan, jika benar kedua warga itu diculik dan dibawa ke PNG, Gubernur Papua harus segera memanggil Kapolda, Pangdam, Dan Lantamal, Dan Lanut untuk rapat koordinasi terbatas, guna mengambil langkah menindaklanjuti kasus itu.

“Indonesia kan punya hubungan diplomasi baik dengan PNG, saya pikir bisa meminta PNG turun tangan difasilitasi Konsulat Indonesia di PNG. Tapi kalau masih di wilayah Indonesia dan sekitarnya, saya minta semua pihak tak menjadikan Papua sebagai daerah objek konflik yang bisa menjadi issu nasional,” kata Yan Mandenas, Kamis (17/9/2015).

Menurutnya, yang perlu dilakukan kini bagaimana menciptakan situasi Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Kamtibmas) di Tanah Papua, agar “Papua Tanah Damai” bisa terwujud.

“Harapan saya, dari semua insiden yang terjadi selama ini mulai penembakan Paniai hingga Keerom, diminimalisir. Perlu ada langkah dari Pemprov rapat terbatas dengan TNI/Polri membangun sebuah komitmen bersama di Tanah Papua sehingga Tanah Papua tak terus jadi objek issu konflik yang terus dimunculkan di dunia nasional dan internasional,” ucapnya.

Katanya, perlu komitmen bersama semua pihak agar pemerintah bisa kosentrasi membangun Papua dengan aman dan damai serta masyarakat bisa hidup rukun.

“Peran pemerintah daerah sangat penting merangkul institusi TNI/Polri harus evaluasi dulu rentetan kejadian selama ini agar ada satu kesimpulan yang bisa diambil membangun Papua Tanah Damai,” katanya.

Loading...
;

Sementara pihak Polda Papua menyatakan, keduanya bukan diculik kelompok bersenjata Jefri Pagawak seperti yang diduga sebelumnya, namun kelompok lain.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, kepada dirinya, Jefry Pagawak mengaku tak terlibat dalam aksi itu. Jefry bahkan berjanji akan membantu pembebasan dua orang tersebut.

“Jefri Pagawak sudah berkomunikasi dengan saya. Suara cukup jelas artinya dia berada sisi kota. Yang bersangkutan sepertinya tak terlibat, akan tetapi akan membantu dalam waktu dua hari ini untuk menyerahkan dua warga itu,” kata Kapolda Papua Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw dalam keterangan persnya, Kamis (17/9/2015). (Arjuna Pademme)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top