HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Ketua IMAPA USA-Canada dukung pembatasan orang masuk keluar Papua 

Foto ilustrasi - pixabay.com
Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Amerika Serikat dan Kanada atau IMAPA USA-Canada, Manuel Heselo mendukung keputusan Pemerintah Provinsi Papua yang melakukan pembatasan yang menghentikan seluruh penerbangan pesawat penumpang dan pelayaran kapal penumpang menuju Papua. Pembatasan akses pergerakan orang untuk mengunjungi Papua itu dinilai tepat untuk memutus mata rantai penularan virul korona.

“Menurut saya keputusan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Papua itu merupakan keputusan yang tepat dan harus didukung. Tujuan [kebijakan itu] sudah jelas, untuk mencegah agar Covid-19 ini tidak menyebar ke Papua,” ujar Manuel Heselo saat dihubungi Jubi, Kamis (26/3/2019).

Pembatasan selama 14 diberlakuan di seluruh bandara, pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas Negara di Papua. Terhitung mulai 26 Maret 2020 hingga 8 April 2020, seluruh bandara, pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas Negara tidak melayani angkutan penumpang dan kunjungan orang ke Papua. Akan tetapi, seluruh bandara dan pelabuhan luat di Papua tetap akan menerima angkutan barang dan kargo ke Papua.

Kebijakan itu diputuskan Gubernur Papua, Lukas Enembe saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua bersama bupati/wali kota se-Papua di Jayapura, Selasa (24/3/2020). Enembe menyebut keputusannya itu sebagai Pembatasan Sosial yang Diperluas.

Heselo yang tengah menempuh pendidikan Program Studi Geologi di Oregon State University itu menilai langkah Enembe sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di Papua.  “Ada pepatah kata mengatakan bahwa ‘prevention is better than cure’. Artinya, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Tong smua tahu bahwa tenaga medis dan fasilitas kesehatan di Papua masih sangat terbatas,” lanjut Heselo.

Pemuda asli Wamena itu khawatir jika bandara dan pelabuhan tetap dibuka untuk angkutan penumpang, penyebaran Covid-19 di Papua tidak terkendali, dan mengancam eksistensi suku bangsa Papua. Heselo mengajak masyarakat terdidik di Papua belajar dari peristiwa pandemik Covid-19 di China dan Italia, agar Papua bisa menangani pandemi itu.

Loading...
;

“Saya takut bisa-bisa kita orang Papua habis. Kita orang Papua ini sudah sangat sedikit, jadi kita harus dukung keputusan Pemerintah Provinsi Papua. [Semua harus ikuti] aturan yang dibuat pemerintah, seperti jangan keluar rumah atau ke tempat keramaian lainnya, agar bisa tetap sehat dan tidak terinfeksi penyakit ini,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Barrisen Rex Rumabar, calon mahasiswa di Moscow, Rusia, yang baru menempuh pendidikan Bahasa Rusia.“Kami sangat mendukung keputusan Pemprov Papua yang menutup akses sementara. Kami juga berharap agar seluruh tanah Papua di ‘lockdown‘ untuk sementara waktu”, ujar Rumabar melalui wawancara tertulis dengan Jubi Jumat, (29/3/2020).

Rumabar berharap pembatasan angkutan penumpang menuju Papua akan efektif memperlambat laju penyebaran virus korona yang menjadi penyebab penyakit Covid-19. “Jika COVID- 19 tersebar di Papua, akan sangat susah untuk diatasi. Ini dikarenakan gaya hidup masyarakat Papua yang cenderung komunal, sehingga [risiko] penyebarannya [lebih tinggi],” lanjutnya.

Rumabar juga khawatir soal fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Papua yang kurang memadai akan memperparah situasi di Papua. “Negara-negara maju yang mempunyai kualitas kesehatan lebih baik seperti China, Amerika Serikat, Italia, dan Jerman saja sangat kesulitan menghadapi virus itu. Apalagi kita di Papua dengan fasilitas kesehatan sangat memprihatinkan. Bisa-bisa kami orang Papua akan habis oleh Covid-19. Kami harus mencegahnya sebelum itu terjadi,” ujarnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa