Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ketua LMA: Tidak benar Tommy Soeharto resmikan kantor LMA

Ketua LMA Papua, Lennys Kogoya, bersama sejumlah masyarakat adat saat jumpa pers di Sentani - Jubi/Engel Wally
Ketua LMA: Tidak benar Tommy Soeharto resmikan kantor LMA 1 i Papua
Ketua LMA Papua, Lennys Kogoya, bersama sejumlah masyarakat adat saat jumpa pers di Sentani – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua dan Papua Barat, Lennys Kogoya, mengatakan informasi bahwa Tommy Soeharto meresmikan Kantor LMA di Kabupaten Merauke adalah tidak benar dan rencana tersebut sudah dibatalkan.

Lennys yang juga staf khusus Presiden RI ini mengaku rencana Tommy Soeharto untuk melaksanakan kegiatan bakar batu bersama masyarakat di Wamena juga telah dibatalkan.

Ketua LMA: Tidak benar Tommy Soeharto resmikan kantor LMA 2 i Papua

Menurutnya, dari sisi adat hal ini sama sekali tidak tepat karena Tommy Soeharto bukan orang asli Papua. Perlu diketahui, suara masyarakat di Papua dan Papua Barat sudah bulat untuk Jokowi.

“Kalau mencari suara untuk kepentingan partai, silakan, tetapi untuk kepentingan pemilihan Presiden sama sekali tidak bisa karena suara di Papua dan Papua Barat sudah menjadi milik Jokowi,” ujar Lennys, saat ditemui di Sentani, Kamis (7/3/2019).

Hal senada disampaikan Kristian Arebo, Sekretaris Pemuda Adat Papua. Menurutnya adat tidak boleh dibawa ke dalam ranah politik.

“Kami sampaikan kepada semua masyarakat adat di Papua, bahwa lembaga adat yang ada di sini tidak memiliki kepentingan apapun dengan partai politik. Oleh sebab itu kami sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua,” ujarnya.

Loading...
;

Sementara itu, Boaz Enok, salah satu perwakilan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, mengatakan dirinya sangat kesal dengan isu yang berkembang terkait peresmian kantor LMA oleh Tommy Soeharto serta LMA yang dibawa ke dalam ranah politik.

“Kita tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut nantinya memicu pertikaian, perpecahan, dan konflik yang besar di tengah masyarakat,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top