Follow our news chanel

Keuskupan Timika rilis kronologis penembakan Rufinus Tigau, Katekis dari Paroki Bilogai

Rufinus Papua
Almarhum Rufinus semasa hidupnya - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rufinus Tigau, katekis (guru jemaat Katolik) dari Paroki Bilogai tewas ditembak oleh anggota TNI di Kampung Jalai, Intan Jaya. Oleh aparat keamanan ia dituduh sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dalam rilis kepolisian, tuduhan ini didasarkan pada pengakuan  ayah tiri Rufinus, Antonius Abugau dan adik Rufinus, Juius Abugau. Namun laporan Keuskupan Timika yang diterima Jubi, Minggu (1/11/2020) menyebutkan Antonius dan Julius lah yang dipaksa menggali lubang sedalam setengah meter untuk menguburkan Rufinus.

Pastor Marten Kuayo, Administrator Diosesan Keuskupan Timika, sebelumunya telah menegaskan bahwa Rufinus adalah Kaketis stase Jalae, Paroki St. Mikael Bilogai, Intan Jaya. Rufinus tidak ada kaitannya dengan aktivitas TPNPB di Intan Jaya.

Berikut ini kronologis penembakan Rufinus yang disusun oleh Keuskupan Timika berdasarkan kesaksian warga di Jalae.

Jumat, 23 Oktober 2020     
Masyarakat Jalai dan masyarakat dari beberapa kampung di sekitar Jalae bertemu dengan aparat gabungan TNI/Polri. Masyarakat mulai menyadari bahwa situasi di kampung mereka tidak seperti biasanya.

Rufinus Papua
Luka tembak di tubuh Rufinus – IST

Jumat-Sabtu, 23-24 Oktober 2020        
TPNPB yang membuat pondok di kampung Jibugage, keluar dari wilayah itu setelah mengetahui bahwa aparat gabungan TNI/Polri berada disekitar Jibugage.

Minggu, 25 Oktober 2020, pukul 20.00 WIT
Mengetahui aparat gabungan sudah masuk Kampung Jibugage, Rufinus Tigau dan beberapa keluarga yang tinggal di kampung itu ketakutan dan mulai berjaga-jaga sejak sore hari.

Rufinus Tigau dan beberapa orang warga berkumpul di rumah kepala suku, bercerita sambil berjaga-jaga karena khawatir dengan situasi keamanan di kampung mereka.

Loading...
;

Jarak antara rumah Rufinus Tigau dan rumah kepala suku kurang lebih 15 meter.

Senin, 26 Oktober 2020, pukul 04.00 WIT
Terdengar bunyi rentetan senjata. Bunyi tembakan cukup lama terdengar, bahkan kedengaran sampai di Bilogai.

Rufinus Tigau keluar dari rumah kepala suku dan hendak pulang ke rumahnya, karena ingin memastikan keadaan istri dan anaknya serta mamatuanya yang tinggal bersama di rumahnya.

Ketika Rufinus berjalan mendekati rumahnya, rombongan aparat gabungan TNI/Polri dengan persenjataan lengkap, muncul dari arah samping rumah Rufinus Tigau. Seorang anggota aparat gabungan TNI/Polri berteriak kepada Rufinus, “Kamu siapa?”

Rufinus Papua
Rumah Rufinus – IST

Rufinus menjawab bahwa bahwa ia adalah pewarta, gembala Jalai. Namun Rufinus Tigau disergap oleh aparat gabungan. Aparat keamanan yang menyergapnya mengatakan Rufinus adalah orang yang biasa memberi makanan kepada TPNPB.

Lalu aparat gabungan TNI/Polri bertanya kepada Rufinus dimana keberadaan TPNPB. Rufinus menjawab dia tidak tahu keberadaan TPNPB. Setelah itu, anggota aparat gabungan TNI/Polri menanyakan tentang rumah yang ada di hadapan mereka (rumah milik Rufinus) dan siapa yang sedang ada di dalam rumah itu. Setelah Rufinus menjawab bahwa yang ada di dalam rumahnya adalah istri, anak dan seorang mamatua, Rufinus ditembaki dengan beberapa kali tembakan oleh aparat gabungan yang bertanya.

Istri Rufinus Tigau yang ada di dalam rumah saat mendengar tembakan, menjadi ketakutan. Ia mengambil anaknya dan melarikan diri lewat pintu belakang. Sementara mamatua yang ada bersama mereka tetap tinggal dalam rumah.

Aparat gabungan TNI/Polri kemudian memeriksa rumah Rufinus Tigau. Mereka mendapati mamatua Rufinus. Mamatua Rufinus ini, kemudian dibawa keluar rumah. Aparat gabungan TNI/Polri memberikan sebungkus nasi bungkus dan selembar uang Rp. 100.000 kepada mamatua Rufinus ini.

Pukul 05.30 WIT – 06.30 WIT
Aparat gabungan TNI/Polri menembak ke arah rumah-rumah warga sambil memeriksa rumah-rumah warga. Mereka mengambil beberapa alat kerja warga, termasuk telepon genggam milik warga. Mereka juga membunuh beberapa ekor ternak babi peliharaan warga lalu mengambil dagingnya. Sedangkan isi perut dan lain-lainya dibuang begitu saja dalam rumah warga.

Saat aparat gabungan TNI/Polri menembak rumah warga dan memaksa masyarakat agar segera berkumpul, mereka juga menyiksa beberapa orang, termasuk Antonius dan Julius Abugau. Orang-orang ini kemudian dipaksa segera menggali lubang untuk mengubur jenazah Rufinus Tigau.

Rufinus Papua
Jenazah Rufinus setelah dikeluarkan dari lubang tempat ia dikuburkan oleh aparat gabungan TNI/Polri – IST

Saat itulah, aparat keamanan menyadari bahwa Meinus Bagubau, seorang siswa SD YPPK St. Fransiskus Jalai berusia 12 tahun tertembak. Sebelumnya, korban ini ditulis oleh Jubi bernama Megianus (6 tahun).

Kemudian warga diminta untuk berkumpul di lapangan sepakbola Jalai. Beberapa anggota aparat keamanan gabungan meminta beberapa warga untuk segera menguburkan jenazah Rufinus Tigau dan sekaligus mempersiapkan evakuasi korban luka tembak.

Junianus Abugau yang mengalami luka tembak, kemudian dievakuasi dari Kampung Jalai Distrik Sugapa ke Kota Timika Kabupaten Mimika menggunakan helikopter

Pukul 14.00 WIT
Merasa situasi lebih aman, masyarakat kemudian menggali kembali makam atau kuburan Rufinus Tigau.

Masyarakat endapati celana pendek Rufinus Tigau telah diganti dengan celana pendek bergaris merah-kuning. Celana tersebut bukanlah celana Rufinus Tigau.

Didapati pula beberapa luka tembak di tubuh Rufinus. Diantaranya di bagian telinga, di ketiak sebelah kiri tembus bagian belakang dan bagian pinggang kiri tembus pinggang kanan.

Jenazah kemudian dibersihkan dan dikuburkan kembali secara layak di samping rumah almarhum. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top