Follow our news chanel

Khawatir penyebaran Covid-19, PNG ingin pelintas batas illegal ditembak mati

Militer PNG - RNZI
Khawatir penyebaran Covid-19, PNG ingin pelintas batas illegal ditembak mati 1 i Papua
Militer PNG – RNZI

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Papua New Guinea (PNG) telah menutup perbatasannya dengan Indonesia pada akhir Januari untuk mencegah penyebaran Covid-19 namun pelintas batas illegal masih terus menyeberang secara ilegal. Enam orang baru-baru ini ditahan dan dikarantina setelah kembali ke PNG usai menjual vanila di Papua (Indonesia).

Surat kabar Post Courier melaporkan gubernurProvinsi  East Sepik, Allan Bird, mengatakan militer PNG harus diberi kendali atas wilayah di sepanjang perbatasan.

“Saya mengerti orang Indonesia yang takut dengan pandemic besar disana bisa melintasi perbatasan untuk melarikan diri dari penyakit itu (Covid-19). Jika itu terjadi, selesai sudah kita,” kata Bird.

Bird berharap pemerintah PNG di Moresby bisa menerbitkan perintah khusus dan distrik-distrik PNG di sepanjang perbatasan ditempatkan di bawah kendali militer.

“Saya ingin militer diberikan perintah menembak hingga mati (pada pelintas batas illegal).. East Sepik tidak memiliki fasilitas rumah sakit. Rumah sakit kami hanya beroperasi di tempat penampungan sementara. Kami tidak bisa mengatasinya,” jelas Bird dikutip Post Courier.

Bulan lalu, gubernur provinsi West Sepik PNG, Tony Wouwou, juga menyerukan pengawasan yang lebih baik sepanjang 700 km garis perbatasan PNG-Indonesia.

Loading...
;

“Orang-orang masih menyeberang di malam hari melalui jalan tikus, dari sisi lain. Ini adalah masalah yang kita hadapi sekarang,” kata Wouwou.

Perdana Menteri PNG James Marape awal pekan ini memperingatkan bahwa siapa pun yang tertangkap sedang menyeberang perbatasan akan dipenjara.

Post Courier juga melaporkan Marape berencana untuk berbicara dengan Pemerintah Indonesia dan Australia, untuk memastikan bahwa perbatasan dua negara ini dijaga ketat juga.

“Saya akan memberi mereka persetujuan untuk menangkap warga negara PNG yang masuk ke negara mereka, sama seperti saya akan menangkap warga Australia atau Indonesia jika mereka ditemukan menyeberang secara ilegal ke PNG,” kata Marape. (*)

Editor : Victor Mambor

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top