Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

KIA di Kabupaten Sarmi dalam tahap sosialisasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sarmi, Marselus Imbiri mengatakan pihaknya sementara masih melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di 10 distrik soal Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu pihaknya juga masih menunggu sosialisasi lebih lanjut dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

“Blankonya sudah ada tinggal melakukan pendataan dan perekaman. Saat ini kami masih melakukan sosialisasi tentang pentingnya KIA kepada masyarakat,” kata Marselus Imbiri kepada Jubi, Selasa (28/8/2018) melalui sambungan telepon selularnya.

KIA di Kabupaten Sarmi dalam tahap sosialisasi 1 i Papua

Imbiri mengatakan, sosialisasi KIA ini berbarengan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya KTP elektronik (KTP-el).

“Kami berharap sebelum Pileg dan Pilpres, kami sudah mencapai 90 persen untuk KTP-el dan KIA,” ujarnya.

Menurut Imbiri, kepemilikan KIA ini juga sebagai bentuk pemenuhan hak konstitusional sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mengurus sejumlah keperluan sendiri, seperti pengurusan daftar sekolah, menabung di bank, mendaftar Puskesmas dan lainnya.

“Saat ini kan kebanyakan orangtua mengurus segala keperluan (administrasi) anak menggunakan Kartu Keluarga (KK). Nah, kedepannya setelah ada KIA, urusan administrasi anak bisa menggunakan KIA,” katanya.

Loading...
;

Dikatakan, nomor induk KIA juga akan sama dengan nomor induk anak di KK.

“Jadi sama, baik itu KTP-el dan KIA akan merujuk pada nomor di KK. Hal ini dilakukan untuk tertib administrasi, serta masyarakat juga bisa terdata dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menyarankan agar Dispendukcapil kabupaten dan kota di Papua menambah jam kerja untuk mengejar ketertinggalan perekaman e-KTP.  Upaya perekaman itu juga bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan hari libur Sabtu dan Minggu.

"Kita harus mengubah strategi, jangan menunggu penduduk datang. Kalau yang lain tujuh hari kerja, kalau ada hari ke delapan maka kita harus delapan hari kerja untuk mengejar ketertinggalan kita," katanya belum lama ini di Jayapura. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top