Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kim Jong-un tetapkan darurat nasional usai temukan suspek pertama Covid-19

Kim Jong un, Papua
Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Pyongyang, Maret silam - KCNA/via Reuters.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menetapkan ‘status darurat maksimum’ dan ‘peringatan keras’ usai mendeteksi suspek kasus pertama virus Covid-19 di negara tersebut. Penetapan status darurat ini diputuskan dalam rapat darurat Politbiro Partai Buruh Korut yang digelar Sabtu (25/7/2020) kemarin.

Kim Jong-un menyebut virus Covid-19 itu sebagai virus ganas yang telah memasuki negaranya. Selain menetapkan status darurat, Kim Jong-un juga menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di wilayah perbatasan Kaesong.

Kim Jong-un tetapkan darurat nasional usai temukan suspek pertama Covid-19 1 i Papua

Jika penemuan suspek itu dikonfirmasi maka akan menjadi kasus Covid-19 pertama yang diakui secara resmi di Korut,  yang diakui infrastruktur medisnya tidak memadai untuk menangani epidemi apapun.

Baca juga : Rapat politbiro, Kim Jong Un tekankan ekonomi swasembada

Korut klaim berhasil tangkal Covid-19, ini penjelasan Kim Jong-un

Khawatir corona, Jerman dan Prancis tutup misi mereka di Korut

Loading...
;

Kantor Berita Resmi Korut, KCNA, menyebut suspek Covid-19 itu diduga diidap oleh seorang pembelot yang pergi ke Korea Selatan tiga tahun lalu. Ia kemudian kembali ke Korut secara ilegal pada 19 Juli lalu. Namun, belum ada laporan di Korsel tentang siapa yang pergi melalui perbatasan yang dianggap paling aman di dunia itu karena penuh dengan ranjau dan pos penjagaan.

Pasien suspek itu dilaporkan ditemukan di Kota Kaesong yang berbatasan dengan Korsel. Saat ini dia ditempatkan di lokasi karantina dengan penjagaan ketat.

“Itu adalah ‘situasi berbahaya yang dapat menyebabkan bencana yang mematikan dan merusak’,” demikian pernyataan KCNA.

Pemerintah Korut sebelumnya menegaskan tidak ada satu pun kasus Covid-19 di negara tersebut, meski virusnya mewabah hampir di seluruh negara dunia. Korut telah menutup perbatasan pada akhir Januari ketika Covid-19 mulai menyebar di negara tetangga, China.

Analis mengatakan, meski memberlakukan pembatasan ketat, negara itu tetap tidak mungkin menghindari penularan.

Korut memiliki wilayah perbatasan dengan China sejauh 1.400 kilometer. Banyaknya warga Korut yang menyeberangi perbatasan untuk menyelundupkan barang-barang di pasar gelap setiap hari juga sangat memungkinkan membuat mereka membawa virus sebelum perbatasan ditutup.

“Tidak diragukan bahwa virus Covid-19 di Utara diimpor dari China,” ujar analis di Asian Institute for Policy Studies yang mencatat padatnya lalu lintas perbatasan dan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi di China.

Menurut lembaga itu, pemerintah Korut memilih menyebut penemuan kasus suspek Covid-19 berasal dari seorang pembelot dengan menyebutnya ‘makhluk berbahaya’ di tengah tekanan terhadap Korsel.

Korsel saat ini mencatat sekitar 40 hingga 60 kasus baru yang sebagian besar dari luar negeri. Pada awal Juli, Kim Jong-un telah memperingatkan pengendalian virus Covid-19 dengan menutup perbatasan selama beberapa waktu ke depan.

Tercatat lebih dari 30 ribu warga sipil Korut telah meninggalkan negaranya sejak wilayah itu terpecah akibat Perang Korea pada 1950 sampai 1953. Sebagian besar melarikan diri melintasi perbatasan dengan China dan sangat jarang melintasi perbatasan dengan Korsel yang dijaga ketat.

Meski demikian, jumlah pelarian warga disebut berkurang dalam beberapa bulan terakhir. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top