Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Kiribati belajar dari Selandia Baru soal reformasi sistem pemasyarakatan 

Ilustrasi anak-anak kecil bermain di tepi pantai di Kiribati pada 2014. – The Conversation/ Shutterstock

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Auckland, Jubi – Program-program rehabilitasi menempati urutan teratas reformasi sistem pemasyarakatan Kiribati.

Anggota dewan pembebasan bersyarat lokal dan petugas pemasyarakatan negara itu berada di Selandia Baru untuk membahas reformasi itu, serta cara-cara untuk meningkatkan pekerjaan mereka. Tur ini merupakan bagian dari kemitraan pembebasan bersyarat Pasifik atau Pacific parole partnership.

Dibandingkan dengan Kiribati, badan pembebasan bersyarat Selandia Baru bagaikan raksasa, dengan hampir 10.000 kasus yang ditangani tahun lalu, dibandingkan dengan hanya 21 kasus di Kiribati.

Namun ketua dewan pembebasan bersyarat Kiribati, Betarim Rimon, berkata banyak sistem dan praktik terbaik Selandia Baru dapat diterapkan di negara mereka, terutama karena mereka berupaya mereformasi UU pembebasan bersyarat yang sudah primitif di negara itu.

“Waktu terus bergerak maju, dan perkembangan baru serta budaya itu dinamis dan orang-orang berubah, dan karenanya diperlukan juga peninjauan kembali UU kami, dan melihat apakah ada bidang-bidang terkait yang perlu diubah untuk diperbaiki dan diperbaharui,” jelasnya.

Rekan sejawat Selandia Baru Rimon adalah Sir Ron Young, yang juga bertugas di pengadilan banding Kepulauan Solomon dan Vanuatu.

Loading...
;

Sir Ron mengungkapkan bahwa sebagian besar hal yang telah mereka diskusikan bersifat prosedural, seperti pertemuan tatap muka dengan tahanan yang bebas bersyarat serta melibatkan pandangan korban dalam penilaian pembebasan bersyarat narapidana.

“Salah satu hal yang kami coba untuk mendukung mereka adalah program-program rehabilitasi. Saat ini mereka tidak benar-benar memiliki program rehabilitasi. Mereka ingin melakukan itu, dan mereka ingin belajar dari badan pemasyarakatan dan pembebasan bersyarat Selandia Baru untuk mempelajari apa yang kita punya di sini dan bagaimana mereka dapat menyesuaikan itu untuk digunakan di Kiribati,” tambah Sir Ron.

Direktur Dewan Pembebasan Bersyarat Kiribati, Abuera Uruaata, penuh dengan gagasan baru untuk meningkatkan pekerjaan mereka.

“Kita akan mengusulkan amandemen UU mengenai Dewan Pembebasan Bersyarat kami. Kami akan mengajukan usulan ke kabinet untuk proses dan hal-hal lain yang perlu diterapkan,” kata Uruaata. “Karena menurut saya, hanya ada dua hal yang paling penting untuk penerapan pembebasan bersyarat, dan itu adalah melindungi keamanan masyarakat dan keadilan dalam proses pengadilan.”

Inisiatif Pacific parole partnership ini didorong oleh Sir Ron.

Selain Kiribati, Vanuatu juga menjadi bagian dari inisiatif ini dan Sir Ron menegaskan mereka bersedia menjadi tuan rumah bagi negara-negara Pasifik lainnya yang ingin mempelajari sistem pembebasan bersyarat dan pemasyarakatan Selandia Baru. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top