Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kisah guru perintis SLB di Kota Jayapura

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Gidion Kosay, salah seorang perintis SLB (Sekolah Luar Biasa) di Kota Jayapura. Pria asal Kabupaten Jayapura ini lebih 30 tahun mengabdikan diri mengajar anak-anak berkebutuhan khusus.
 
“Bermula ketika kami berempat diminta Pemprov Papua mengikuti pendidikan SLB di Pulau Jawa, pulang dari sana kami dirikan SLB ini pada 1986,” ujarnya kepada Jubi baru-baru ini.
 
Tiga rekannya adalah Fredik Maniwa, Siprut Daulu, dan Alex Pekey. Pemerintah pusat mewajibkan setiap provinsi mengirimkan empat orang. Setiap orang mengambil pendidikan guru SLB dengan jurusan berbeda. Jurusan A (Tuna Netra), B (Tuna Rungu), C (Tuna Graita), dan D (Tuna Daksa).
 
“Awalnya saya tidak tahu apa itu SLB, waktu itu saya baru tamat Sekolah Pendidikan Guru (SPG), jadi karena ada program dari pemerintah untuk melanjutkan kuliah, saya ikut saja,” katanya.
 
Pendidikan dijalaninya enam bulan, tiga bulan teori dan tiga bulan praktek. Selesai pendidikan ia diberi dua surat kuasa untuk membuka SLB dan SD. Ia memilih membuka SLB.
 
Mengajar di SLB sesuatu yang berbeda bagi Gidion. Menghadapi anak-anak difabel ini sangat susah, terlebih bagi yang belum memahami apa yang disampaikan dan apa yang dilakukan. Apalagi dengan tenaga pengajar seadanya.
 
“Sekarang tenaga pengajar yang kami miliki hanya 10 orang, termasuk dua guru kontrak, ini masih kurang,” ucap pria 53 tahun ini
 
Sarimu Juatono, guru yang sudah 26 tahun mengajar mengaku sudah memiliki pengalaman bervariasi menghadapi anak didiknya, mulai dari yang ringan hingga berat, seperti autis.
 
“Menghadapi anak-anak yang kekurangan seperti ini memberikan warna tersendiri bagi kami, seperti ada masalah di rumah dengan datang ke sekolah lihat anak-anak ini menjadi sejuk dan menjadi hiburan bagi kami, sebab anak-anak yang berkekurangan saja ceria, apalagi kami yang normal yang lengkap ini menghadapi masalah seperti ini, kok tidak bisa,” ucap pria 52 tahun asal Solo ini. (*)

Kisah guru perintis SLB di Kota Jayapura 1 i Papua

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top