Follow our news chanel

Previous
Next

Kisah perawat di Kota Jayapura berjuang melawan Covid-19

Iptu Zaenuddin Ashari bersama rekan-rekannya saat foto bersama - Jubi/Ramah.
Kisah perawat di Kota Jayapura berjuang melawan Covid-19 1 i Papua
Iptu Zaenuddin Ashari bersama rekan-rekannya  – Jubi/Ramah.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – “Sejak covid setiap informasi yang masuk langsung kami respon cepat lakukan penanganan,” kata Iptu Zaenuddin Ashari kepada Jubi di Kompleks Perum Kolam Buaya Entrop, Kamis, 16 April 2020.

Zaenuddin perawat yang berada di garis terdepan dalam penanganan pasien virus korona di Kota Jayapura.

Laki-laki kelahiran Slayer, Sulawesi Selatan berusia 42 tahun tersebut tidak menyangka bakal mendapat tanggung jawab besar sebagai orang pertama yang menghadapi pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Saya dipercayakan sebagai Kepala Tim Unit Reaksi Cepat Covid-19 Polresta Jayapura Kota, kami beranggotakan 10 orang,” ujar ayah lima anak tersebut.

Namun, tanggung jawab besar itu harus diembannya. Apalagi statusnya sebagai seorang perawat, sekaligus kepala Poliklinik Polresta Jayapura yang sebelumnya bertugas di Biddokes Polda Papua.

Menurut Zaenuddin menangani pandemi Covid-19 adalah masa-masa yang sulit bagi ia dan timnya. Tapi mereka bersatu dan saling membantu demi aksi kemanusiaan.

Loading...
;

Bahkan, demi melawan rasa kekhawatiran, terkadang mereka harus bercanda agar bisa tersenyum di tengah kelelahan yang dialami usai melakukan pemeriksaan.

Pria murah senyum dan ramah ini mengaku dalam menangani pasien Covid-19 selalu dilakukan dengan profesional dan sesuai Standar Operasional Prosedur dengan mengenakan alat pelindung diri agar tidak tertular.

“Kami nikmati saja kepercayaan yang diberikan kapada kami, takut juga kalau terinveksi, tapi harus tetap dilaksanakan,” katanya.

Diakui Zanuddin, satu-satunya yang membuatnya terus maju adalah rasa sosial kemanusiaan, meski harus bekerja selama 24 jam di ruang isolasi.

“Kalau mau makan dan minum harus selesai penanganan dulu, sebelum menangani pasien kami disinfeksi terlebih dulu, begitu juga saat pasien sudah meninggal dunia,” katanya.

Di sisi lain, satu hal yang membuatnya sedih adalah saat pulang ke rumah tidak bisa langsung memeluk anaknya, karena baru pulang dari rumah sakit setelah selesai menangani pasien Covid-19.

“Harapan saya kepada masyarakat supaya perhatikan imbauan pemerintah agar tidak terinveksi virus korona,” ujar Zaenuddin.

Hal senada juga disampaikan anggota Polresta Jayapura, Franklin Mickhael yang ikut bergabung dengan Tim Unit Reaksi Cepat Covid-19 Polresta Jayapura, meski hanya sebagai sopir ambulans.

“Baru sehari saya diperintahkan sebagai sopir ambulans, membuat saya ikut langsung karena rasa kemanusiaan, rasa takut sebenarnya ada yang penting sesuai prosedur saya rasa tak terlalu dikhawatirkan,” ujarnya.

Frankilin mengaku tidak menyangsikan tugas yang diembannya saat ini. Pasalnya menyetir mobil ambulans tidak asal, karena harus melaju kencang untuk melakukan penanganan cepat.

“Saya selalu pakai alat pelindung diri, makan yang cukup, minum vitamin, dan istirahat,” katanya.

Ia berharap berharap penanggulangan Covid-19 semakin cepat supaya cepat berakhir.

“Sehingga masyarakat Papua khususnya bisa beraktivitas normal tanpa ada rasa khawatir terinveksi korona,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top