HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Klinik di RSU Pratama Intan Jaya siaga 24 jam layani pasien

Direktur RSU Intan Jaya, Kristianus Tebai (batik), Bupati Natalis Tabuni (tengah), bersama petugas kesehatan di RSU Intan Jaya - Jubi/Abeth You
Direktur RSU Intan Jaya, Kristianus Tebai (batik), Bupati Natalis Tabuni (tengah), bersama petugas kesehatan di RSU Intan Jaya – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi –ย  Pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Intan Jaya tetap buka selama 24 jam sejak awal bulan Januari 2020.

Direktur RSU Pratama Intan Jaya, Papua, Kristianus Tebai, mengatakan stok obat-obatan selama ini dipastikan aman. Untuk itu warga Intan Jaya tetap mendapatkan pelayanan kesehatan saat Lebaran, Mei mendatang.

“Kami bersama tim dokter dan para perawat selalu standby di klinik, dan siap selalu layani,” kata Kristianus Tebai ketika ditemui Jubi di Nabire, Rabu (18/3/2020).

Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Dogiyai ini mengatakan dalam sehari pihaknya bisa melayani banyak pasien rawat jalan yang datang melakukan pengobatan.

Kemudian, lanjutnya, untuk rawat inap hampir setiap hari menumpuk. Sementara RSU Intan Jaya hanya mempunya tiga bangsal tempat rawat inap.

“Walaupun kurang kami tampung bisa mencapai enam bangsal,” katanya.

Loading...
;

Tebai mengaku apabila ada pasien yang sulit untuk ditangani di RSU Intan Jaya yang berlokasi di Yokatapa itu, pihaknya akan merujuk pasien ke RSUD Paniai, Nabire, atau Timika.

“Tapi itupun apabila penyakitnya butuh dokter spesialis,” ucapnya.

“Kemarin, saya baru bawa satu pasien ke Timika, di Rumah Sakit Caritas. Ini merupakan salah satu upaya kami. Inisiatif kami walaupun kami tidak cukup anggaran untuk rujukan tetapi kami tetap jalan,” ungkapnya.

Kristianus dipercayakan menjadi orang nomor satu di rumah sakit itu pada November 2018, selanjutnya mulai efektif bekerja Januari 2019.

Saat itu, menurut dia, RSU Intan Jaya sudah tidak layak pakai, perlu rehabilitasi berat maka pihaknya hanya bisa lakukan stock opname bangunan fisik yang telah rusak, untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah.

Dr Tulus, salah seorang dokter umum di klinik RSU Intan Jaya, mengatakan selama ini pihaknya menangani pasien dengan riwayat yang berbeda-beda.

“Ada malaria, kecapean, gigitan serangga. Pokoknya yang penyakit biasa,” ujar Tulus.

Pihaknya memulai kerja dengan fokus pada klinik untuk pelayanan dasar bagi masyarakat Intan Jaya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa