Klub malam di Swiss diubah jadi pusat donor darah

Ilustrasi, donor/tempo.co

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sebuah klub malam di Swiss diubah menjadi pusat donor darah sementara, setelah ditutup akibat kebijakan pembatasan sosial guna mencegah penyebaran Covid-19. Pemanfaatan untuk pendodor darah itu membuat gedung bertingkat yang sebelumnya kosong selama beberapa bulan ini kembali hidup.

Kondisi ruangan dengan lampu gantung yang dulu menerangi ribuan pengunjung di lantai dansa kini menjadi penerang bagi perawat yang sedang menjalankan tugasnya. “Sangat memilukan melihat tempat seperti ini yang telah ada selama hampir 35 tahun, tertidur begitu lama. Jadi tentu saja kami bangga mengadakan aktivitas apa pun yang memungkinkan,” kata manajer klub malam MAD, Igor Blaska, dikutip dari Reuters, Selasa, (8/12/2020).

Baca juga : Terapkan ‘new normal’: hidup dengan Covid-19 di PNG

Nenek 90 tahun ini penerima vaksin Covid-19 Pfizer pertama di dunia

WHO : 1 dari 10 orang di dunia terinfeksi Covid-19

Klub malam di distrik Flon yang menjadi pusat kehidupan malam itu telah ditutup selama hampir 10 bulan untuk mencegah Covid-19.

Loading...
;

Swiss kini menghadapi tantangan berat setelah gelombang kedua kasus Covid-19 datang. Secara total lebih dari 350 ribu infeksi virus corona dan lebih dari 5 ribu kematian sejak dimulainya pandemi.

Seorang mantan pengunjung klub malam yang ikut kegiatan donor darah mengatakan senang bisa kembali ke MAD. “Saya datang karena ini adalah tempat yang legendaris,” kata Olivier Rebel.

“Ada sisi ini (dari diri saya, berkata) – keluar dari rumah, kembali ke tempat yang tidak akan saya kunjungi lagi tetapi yang penuh dengan kenangan. Itu sangat bagus,” ucap warga Swiss itu menambahkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top