Kluster operasi dan tim terpadu Covid-19 rutin lakukan pengawasan

papua
Sosialisasi dan pembagian masker kepada masyarakat yang dilakukan di lingkungan perumahan warga. Jubi / Engel Wally

Papua No.1 News Portal

Sentani, Jubi – Kluster operasi pada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura, Papua bersama Tim Terpadu yang terdiri dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, saat ini rutin melakukan tugas pengawasan terhadap pergerakan orang pada titik-titik tertentu yang terdampak Covid-19.

Pengawasan dilakukan di ruas-ruas jalan protokol dan lingkungan perumahan warga. Di samping itu juga digelar sosialisasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw yang juga sebagai koordinator pada Cluster operasi mengatakan, pihaknya setiap hari dalam beberapa pekan ini telah melakukan pengawasan kepada pedagang keliling yang berjualan di Kabupaten Jayapura. Pengawasan wajib masker dan jaga jarak duduk di kendaraan.

” Untuk pedagang keliling tempat patrolinya di kawasan cemara, ruas jalan Sentani, Kampung Asei kecil, Distrik Sentani timur, untuk wajib masker dan jarak duduk di dalam kendaraan, di Terminal Expo dan Pasar Pharaa Sentani,” ujar mantan Kepala Distrik Sentani ini saat ditemui di Kantornya. Rabu (24/6/2020).

Selain tugas kluster operasi, Dishub juga tergabung dalam tim terpadu dengan sejumlah OPD melakukan pendampingan kepada gugus Distrik pada zona merah dan kuning (BTN Darsua, Waibu, BTN Sosial, BPD Gunung, Jl. Agus Karetji, Jl.Kuburan, Jl.Pasar Lama, Jl. Makendang, Kampung Puay dan Yokiwa).

Di sana,pihaknya memberikan materi sosialisasi dan edukasi agar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk disiplin menggunakan masker, berperilaku hidup sehat.

” Dari sosialisasi yang dilakukan, memang masih ada masyarakat kurang disiplin dalam menjalani protokol kesehatan,” katanya.

Loading...
;

Tim terpadu sekaligus mengecek fasilitas cuci tangan dan sarana penunjangnya, seperti sabun yang masih kurang di masing-masing lingkungan perumahan warga.

Termasuk pergerakan masyarakat dari luar zona merah dan kuning yang melintas tanpa kepentingan dan tidak disertai surat jalan dari Kepala Kelurahan atau Kepala Kampung.

” Hal – hal yang ditemukan ini, akan menjadi bahan evaluasi bersama dengan tim gugus tugas kabupaten,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kota (Forkot) Sentani, Deniks Felle mengatakan, sudah ada kelonggaran pembatasan aktivitas, masyarakat harusnya lebih peka terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan, hal ini demi keselamatan kita bersama.

” Jumlah kasus positif di daerah ini setiap hari bertambah, masyarakat harus lebih perhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yang urusannya tidak terlalu penting lebih baik di rumah saja,”ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top