KNPB Mnukwar: TNI/Polri jangan “panas-panasi” momen 1 Desember

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mnukwar, meminta  aparat keamanan TNI/Polri di wilayah Papua Barat untuk tidak berlebihan dalam menyikapi peringatan 1 Desember 2018 sebagai hari bersejarah orang asli Papua di seluruh tanah Papua.

Hal ini dikatakan Yoram Magai juru bicara KNPB Mnukwar kepada Jubi di Manokwari, Jumat (30/11/2018).

Pengamanan berlebihan oleh aparat TNI/Polri di momen 1 Desember, kata Magai, justru akan memanaskan situasi dan menimbulkan kepanikan warga Manokwari saat beraktivitas. 

"Tidak perlu panas-panasin situasi dengan pengamanan berlebihan di jalan raya atau di beberapa tempat yang menjadi target pengamanan. Karena dengan demikian, maka warga akan lebih panik,” ujarnya.

Memperingati momen 1 Desember besok, KNPB Mnukwar tidak melakukan aksi apapun dimuka umum atau ibadah dan sebagainya. KNPB hanya melakukan diskusi terbatas secara internal untuk merefleksikan perjuangan para pendahulu sejak tahun 1961 sampai saat ini. Hasil diskusi tersebut akan menjadi barometer rencana perjuangan selanjutnya ke depan.

"Besok kami tidak ada kegiatan turun jalan atau aksi di muka umum. KNPB Mnukwar hanya melakukan diskusi terbatas secara internal tanpa mengundang pihak lain. Intinya kami mau perkuat kapasitas dengan topik diskusi yaitu refleksi kembali sejarah panjang sejak tahun 1961 sampai saat ini guna menyiapkan kegiatan selanjutnya ke depan,” ujar Magai yang enggan menyebut tempat pertemuan terbatas KNPB Mnukwar besok.

Loading...
;

KNPB Mnukwar menegaskan, bahwa tidak ada pengibaran bendera bintang fajar pada peringatan 1 Desember 2018. Jika ada pihak yang dengan sengaja mengibarkan, itu bukan tanggung jawab KNPB. Bagi Magai, bendera bintang fajar adalah simbol jati diri orang asli Papua, sehingga ada waktunya dikibarkan dan diturunkan secara terhormat.

"Ada saatnya bendera itu akan berkibar selamanya di tanah Papua", ujarnya.

Karena banyak pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut Magai, ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen ini untuk kibarkan bendera tapi tidak tahu siapa pelakunya, dan dalam situasi itu selalu memojokkan KNPB. Namun, tahun ini KNPB Mnukwar akan lebih elegan, dengan menurunkan sejumlah perangkatnya untuk memantau situasi di sejumlah titik yang sering menjadi sasaran oknum-okmum yang ingin mengacaukan situasi.

"Untuk menjaga kondisi di sekitar wilayah Manokwari, sejak dua hari kemarin KNPB Mnukwar sudah menurunkan pasukan untuk melakukan pemantauan di sekitar wilayah Amban dan sekitarnya. Mereka, kata Magai, hanya memantau situasi dan tidak melakukan hal-hal lain. 

Magai mengimbau kepada seluruh warga Manokwari untuk menjaga lingkungan rumah masing-masing, jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja menaikkan bendera di sekitar lingkungan warga, dan KNPB yang dipersalahkan.

“Tapi mari kita jaga keamanan bersama, karena KNPB Mnukwar tidak bertanggungjawab atas pengibaran bendera atau aksi-aksi lain yang mengganggu keamanan Negara Indonesia", ujarnya. 

Sebelumnya, di tempat terpisah Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menjamin keamanan di wilayah Papua Barat pada tanggal 1 Desember 2018 besok. Bagi Mandacan, tidak ada yang spesial bagi Pemerintah Papua Barat pada tanggal 1 Desember, tapi semua pihak harus tetap waspada. 

Jika ada kelompok yang hendak melakukan ibadah atau doa bersama, itu sah-sah saja, selama tidak melakukan aski berlebihan atau anarkis  yang bertentangan dengan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tahun-tahun sebelumnya aman, tidak ada situasi yang berlebihan pada 1 Desember. Kiranya kondisi ini tetap di jaga, karena Papua Barat sudah ada Kodam XVIII Kasuari dan Polda Papua Barat,” ujar Mandacan belum lama ini. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top