Follow our news chanel

Previous
Next

Koalisi pimpinan Arab Saudi dikeluarkan dari daftar hitam PBB

Isu Papua di PBB
Ilustrasi pelapor PBB - Jubi IST

|Papua No.1 News Portal | Jubi

New York, Jubi – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menghapus koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi dari daftar hitam PBB, pada Senin, (15/6/2020) kemarin. Beberapa tahun sebelumnya PBB mengumumkan kepada publik bahwa kelompok tersebut membunuh dan melukai anak-anak di Yaman.

Guterres mengatakan dalam laporan tahunannya kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB),  bahwa koalisi tersebut akan dihapus dari daftar untuk  pelanggaran membunuh dan melukai. Kebijakan itu menyusul penurunan signifikan terus-menerus dalam membunuh dan melukai akibat serangan udara dan penerapan langkah-langkah yang bertujuan melindungi anak-anak.

Laporan tahunan terkait anak dan konflik bersenjata dibuat sesuai permintaan DK PBB. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi itu telah resmi berada dalam daftar hitam PBB selama tiga tahun terakhir. Laporan tersebut mengatakan koalisi itu telah menewaskan dan melukai 222 anak-anak pada tahun 2019.

Baca juga : Senat AS setujui resolusi penghentian dukungan koalisi Saudi di Yaman

Putra mahkota Saudi bahas Yaman dengan Sekjen PBB

PBB Kutuk Serangan Pimpinan Arab Saudi ke Yaman

Loading...
;

Sebelumnya, kelompok yang sama sempat masuk dalam daftar hitam pada tahun 2016 dan dihapuskan oleh mantan Sekjen Ban Ki-moon dengan peninjauan ulang yang tertunda.

Sebelumnya Arab Saudi dituduh telah memberikan tekanan yang tidak dapat diterima dan tidak semestinya, setelah sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh mengancam akan memotong sejumlah dana untuk PBB.

Dalam upaya untuk meredam kontroversi seputar laporan tersebut, daftar hitam yang dirilis pada tahun 2017 oleh Guterres dipecah menjadi dua – satu berisi daftar pihak yang telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi anak-anak, dan yang lainnya mengikutsertakan pihak yang belum.

Tercatat Yaman telah terperosok dalam konflik sejak kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran menggulingkan pemerintah negara itu dari ibu kota Sanaa pada tahun 2014. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi dalam upaya untuk memulihkan pemerintah pada tahun 2015.

Laporan PBB tidak menundukkan mereka yang terdaftar untuk bertindak, tetapi justru mempermalukan para pihak dalam konflik dengan harapan dapat mendorong mereka untuk menerapkan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak.

Hal tersebut  telah lama menjadi kontroversi, dengan para diplomat yang mengatakan baik Arab Saudi maupun Israel telah memberikan tekanan dalam beberapa tahun terakhir, sebagai upaya untuk tetap berada di luar daftar.

Negara atau kelompok dapat dimasukkan dalam daftar hitam karena membunuh, melukai atau menyalahgunakan anak-anak, menculik atau merekrut anak-anak, menolak akses bantuan untuk anak-anak atau menargetkan sekolah dan rumah sakit. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top