Follow our news chanel

Kodam dinilai perlu ambil alih penanganan penembakan dua pemuda di Mimika

Papua
Jenazah Eden Armando Bebari (19) dan Ronny Wandik (21), dua korban penembakan di Mimika, pada Selasa (14/4/2020) berada di RSUD Timika. – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Anggota komisi bidang hukum, Hak Asasi Manusia, dan keamanan DPR Papua, Laurenzus Kadepa berpendapat Kodam Polisi Militer Kodam (POMDAM) XVII Cenderawasih mesti mengambilalih penanganan kasus penembakan dua pemuda di Kabupaten Mimika, pertengahan April 2020 lalu.

Pernyataan itu dikatakan Kadepa menyusul adanya sejumlah keluhan keluarga korban, yang beranggapan upaya penuntasan kasus itu tidak menunjukkan perkembangan berarti.

“Pihak Kodam XVII Cenderawasih mesti terlibat langsung menuntaskan kasus ini,” kata Kadepa melalui pesan singkatnya, Rabu malam (15/7/2020).

Dua pemuda di Mimika, Eden Armando Bebari (19 tahun) dan Ronny Wandik (21) tahun tewas ditembak saat mencari ikan di kali sekitar Mile 34 Tembagapura, area penambangan PT Freeport Indonesia pada 13 April 2020.

Keduanya diduga korban salah tembak oknum anggota TNI, yang saat itu melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Kata Kadepa, seharusnya proses penyelidikan dan penyidikan peristiwa itu berlangsung transparan.

“Jangan ada oknum-oknum tertentu yang berupaya menghalang-halangi proses penyelidikan dan penyidikan seperti dugaan keluarga korban.

Loading...
;

“[Keluarga korban] menduga Dankoops Satuan Tugas terkesan melindungi anggotanya. Saya minta para pihak menghargai perasaan keluarga korban,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga korban ingin proses terhadap pelaku dilakukan transparan, agar mereka mendapat keadilan secara hukum.

“Ini satu dari sekian masalah di Papua. Selama ini kalau terduga pelaku oknum aparat, sangat sulit diungkap,” ucapnya.

Dalam siaran persnya tertanggal 14 Juli 2020, Deminikus H. Bebari ayah korban Eden Bebari mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan oleh Polisi Militer (POM) TNI AD di Mimika, menemui jalan buntu.

Katanya, penyidikan POM TNI AD TNI setempat telah tiga kali memanggil 14 saksi dan terduga oknum anggota TNI, namun tidak membuahkan hasil.

“Dankoops Satgas Pinang Siri dan Pangkodwil Papua terkesan melindungi oknum anggotanya yang diduga pelaku dan saksi dalam penembakan terhadap Eden Bebari dan Rony Wandik,” kata Deminikus Bebari.

Keluarga korban berharap, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo selaku panglima tertinggi memberikan akses kepada penyidik TNI AD dan Komnas HAM RI untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap oknum anggota yang diduga melakukan penembakan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top