Follow our news chanel

Previous
Next

Komisi B dapati dua retribusi di satu areal

Komisi B dapati dua retribusi di satu areal 1 i Papua
Anggota DPRD Kabupaten Jayapura Komisi B saat kunjungan ke terminal pharaa Sentani. Jubi / Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani,Jubi – Hasil kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Jayapura pada Jumat 22/11/2019 pekan kemarin, mendapati adanya dua retribusi yang dikelola dalam satu areal atau kawasan.

Retribusi yang menjadi Pendapatan Asli Daerah ini dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (perindag) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jayapura, Lerry Patrik Suebu mengatakan, dari kunjungan Komisi B ke areal Pasar dan Terminal Pharaa Sentani, pihaknya telah melihat secara langsung dua retribusi tersebut yang digunakan untuk menarik reribusi dari setiap warga dan pengendara yang masuk ke terminal dan pasar Pharaa Sentani.

“ Ada sesuatu yang kompleks di sana (pasar dan terminal), satu kawasan dengan dua retribusi,” ujar Patriks saat ditemui di Sentani. Sabtu (23/11/2019).

Menurutnya, lahan tanah yang disebut Pharaa ini diberikan berdasarkan sertifikatnya. Diperuntukan untuk membangun pasar, bukan terminal. Sehingga ada pasar dulu baru ada terminal.

“ Sepertinya ada ego sektoral di sana, sementara yang kita ketahui bersama, semua retribusi di pasar hanya dikelola oleh instansi teknis terkait, tidak bisa satu kawasan ada dua instansi ,” jelasnya.

Loading...
;

Dikatakan, ada banyak persoalan yang tumpang tindih di areal pasar terbesar di wilayah itu . Misalkan tempat jual yang tidak sesuai dan semrawut , lain menjual di dalam pasar tetapi juga ada yang menjual di areal terminal.

Lanjut Suebu, target pendapatan Dishub pertahun 300 juta. Pihaknya khawatir ada indikasi pungutan liar disana. Sementara untuk Perindag, kondisi pasar sama sekali tidak mengalami peningkatan, artinya dari hasil pendapatan yang diterima melalui retribusi mustinya dikembalikan lagi dalam bentuk program ke pasar untuk melakukan perubahan dan peningkatan bagi fasilitas penunjang di dalamnya.

“ Hal-hal seperti ini harus ditertibkan, dalam dengar pendapat nanti kita akan panggil kedua instansi terkait untuk mendengar penjelasan mereka sekaligus mencari solusi terbaik,” kata Patriks.

Sementara itu, salah satu pedagang kelontong yang berjualan di areal terminal, Najamudin mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan lainnya pindah tempat jual dari dalam Pasar Pharaa karena kondisi tempat jual di dalam Pasar yang tidak diatur secara baik oleh instansi terkait.

“ Kalau ditata didalam pasar, secara khusus barang kelontong dengan tempat jual di lantai dua, semua pedagang kelontongan harus berjualan di lantai dua. Kalau masih ada di lantai satu, bagaimana barang kita mau laku terbeli,” tutupnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top