Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Komisi C DPRD soroti rehab rumdis Bupati Merauke

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken, menyoroti pembongkaran rumah dinas Bupati Merauke, Frederikus Gebze, yang menelan anggaran senilai Rp 1,8 miliar.

Hal itu diungkapkan Hengky kepada sejumlah wartawan, Senin (27/8/2018).

Komisi C DPRD soroti rehab rumdis Bupati Merauke 1 i Papua

Dikatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018, dialokasikan dana senilai Rp 1,8 miliar. 

“Saya tak mempersoalkan anggaran tersebut,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Hengky, dalam buku APBD adalah rehab rumah dinas Bupati Merauke. Namun kenyataan, dilakukan pembangunan baru di lokasi yang sama di Jalan Kimaam.

“Jadi, bangunan lama dibongkar semuanya dan dimulai dengan baru. Itu yang membuat ketidakpuasan dari kami sebagai wakil rakyat,” tegasnya.

Loading...
;

Hengky kembali menegaskan rumah dinas yang ditempatkan Bupati Merauke sebelum pindah ke Gedung Negara (GN) adalah aset negara.

Mestinya, lanjut dia, harus dilakukan penghapusan terlebih dahulu melalui persetujuan DPRD Merauke.

“Kenapa tiba-tiba dibongkar semuanya dan memulai pembangunan baru. Ini kan tidak sesuai lagi,” ujarnya.

Dikatakan, rumah dinas dimaksud adalah aset negara. Sehingga ketika bangunan tersebut diselesaikan dengan nilai anggaran Rp 1,8 miliar, tetap masuk dalam inventarisasi daerah dan tak bisa menjadi milik pribadi. Karena pembangunan digunakan menggunakan APBD Kabupaten Merauke.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Merauke, HBL Tobing, mengakui dilakukan rehab bangunan rumah tersebut. Hanya saja, setelah dibongkar-bongkar, bangunan tak bisa dipertahankan.

Dengan demikian, jelas dia, semuanya dibongkar dan dibangun  baru.

“Memang lantai dua, hanya saja mungkin di atas adalah tempat jemuran, lantaran keterbatasan lahan. Pekerjaan dimaksud diselesaikan dalam tahun ini juga,” ujarnya.

Ditanya siapa yang akan menempati rumah dinas tersebut, Tobing mengelak dan enggan berkomentar. Dia menyarankan ditanyakan kepada eksekutif dan legislatif.

“Kami hanya membangun. Entah siapa yang menempati setelah bangunan diselesaikan, dinas tak mengurus,” katanya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top