Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Komisi I DPRP akan fasilitasi penyelesaian penamparan oleh Plt Bupati Puncak

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Komisi I DPR Papua (DPRP) akan memfasilitasi penyelesaian kasus penamparan pendamping kampung (desa) di Puncak oleh Plt bupati setempat, Nicolaus Wenda yang videonya viral di media sosial (medsos) belum lama ini.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum, HAM, dan pemerintahan, Emus Gwijangge mengatakan, beberapa hari lalu pihak keluarga pendamping desa yang ditampar menemuinya mengadukan aksi tersebut. 

Komisi I DPRP akan fasilitasi penyelesaian penamparan oleh Plt Bupati Puncak 1 i Papua

Menindaklanjuti aspirai itu, pekan depan pihaknya akan memanggil Plt bupati Puncak yang juga Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Papua, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), Donatus Mote sebagai pihak yang membawahi pendamping kampung dan pihak keluarga korban (korban), pekan depan, untuk mendengar keterangan dari berbagai pihak.

"Keluarga korban berencana mengadu ke pihak berwajib. Namun saya menyatakan akan memanggil pihak terkait, agar diselesaikan secara kekeluargaan," kata Emus Gwijangge kepada Jubi, Selasa (28/8/2018).

Meski begitu, politikus Partai Demokrat itu menilai, aksi Plt Bupati Puncak tersebut berlebihan, meski mungkin tujuannya baik. Katanya, mestinya jika pendamping kampung melakukan kesalahan, dimintai penjelasan terlebih dahulu. Tidak langsung melakukan kekerasan, apalagi di muka umum. 

"Sebagai seorang bupati, tidak harus semena-mena, apalagi mereka (pendamping desa) itu anak-anak Papua sendiri yang perlu dibina," ucapnya.

Loading...
;

Katanya, jika para pendamping kampung itu jarang berada di tempat tugas, mungkin saja disebabkan berbagai faktor misalnya geografis, karena kondisi geografis Papua tak sama dengan daerah lain dan hal itu diduga menyulitkan para pendamping kampung.

"Saya juga berharap, Plt Bupati meminta maaf kepada korban secara terbuka di media. Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab," ujarnya. 

Pendamping kampung yang diduga ditampar Plt Bupati Puncak seperti video yang beredar, Stephen Subay via teleponnya kepada wartawan, Senin (27/8/2018) mengatakan,  kejadiannya, 13 Agustus 2018 lalu. Meski kecewa, namun ia menyatakan tak mempermasalahkan aksi itu.

Ia mengatakan, mungkin Plt Bupati ingin menegur para pendamping dengan caranya sendiri. Namun, ia berharap Plt Bupati meminta maaf kepada publik, karena meski ia tak mempermasalahkan aksi tersebut, tapi pihak keluarga belum tentu memiliki sikap yang sama. 

"Anak, istri, bahkan keluarga besar kami sudah tahu dan mereka pasti tidak akan terima," kata Stephen Subay.

Ia juga menyatakan, pihaknya tak menyebutkan kalimat "Bupati itu siapa jadi kita mau dengar" seperti yang dikatakan Bupati. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top