Follow our news chanel

Previous
Next

Komisi pemilihan Sukabumi luncurkan program cerdas demokrasi

papua, pemilihan
Ilustrasi, pixabay.com
Komisi pemilihan Sukabumi luncurkan program cerdas demokrasi 1 i Papua
Ilustrasi pixabay.com

Moci sengaja diluncurkan meski diakui Kota Sukabumi saat ini tidak ada tahapan Pemilu.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sukabumi, Jubi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Jawa Barat, meluncurkan program mobil cerdas demokrasi (Moci) bertujuan untuk mencerdaskan wawasan berpolitik masyarakat di Sukabumi.

“Kami menamakan Moci karena Kota Sukabumi identik dengan produk kuliner moci dan sudah menjadi ikon kota ini sehingga, bisa mempermudah warga dalam mengingatnya,” kata Komisioner KPU Kota Sukabumi, Ratna Istianah, Minggu, (3/11/2019).

Baca juga :  Tak ada TPS khusus penyandang disabilitas, Bawaslu: KPU tak responsif

KPU: Warga pindah memilih harus urus formulir A5

Moci sengaja diluncurkan meski diakui Kota Sukabumi saat ini tidak ada tahapan Pemilu. “Bukan berarti KPU hanya berdiam diri tetapi, ada tugas lainnya yang melekat salah satunya mencerdaskan dan mendewasakan masyarakat dalam berpolitik,” kata Ratna menambahkan.

Loading...
;

Peluncuran Moci diakui mengacu pengalaman melakukan sosialisasi tentang tahapan Pemilu kepada masyakarakat cukup sulit ditambah saat ini mayoritas warga senang bermedia sosial yang bisa berdampak kepada kedewasaan dalam berpolitik.

Adanya Moci itu ingin mengajak kepada warga untuk santun dalam berpolitik seperti adanya perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam setiap pandangan politik, tetapi jangan sampai perbedaan itu menjadi permasalahan.

Menurut dia dengan merenovasi mobil jenis minibus tersebut, minimal pihaknya lebih mudah dalam memberikan sosialisasi. Setiap harinya Moci ini akan berkeiling ke sejumlah titik di Kota Sukabumi, khususnya tempat berkumpul untuk mensosialisasikan tentang perpolitikan.

“Dengan cara ini diharapkan masyarakat bisa melirik dan menarik perhatian serta bisa memasifkan sosialisasi kami di Kota Sukabumi khususnya untuk meningkatkan angka partisipasi warga,” katanya.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan masyarakat saat ini belum dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan baik pilihan kepala daerah, presiden, anggota legislatif maupun partai politik.

“Adanya Moci ini bisa memberikan kesantunan berpolitik di masyarakat karena, perbedaan pandangan politik merupakan hal yang fitrah,” kata kata Fahmi. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top