Follow our news chanel

Komisi V DPR Papua Sidak ke Stikes Jayapura.

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Sentani, Jubi – Legislator Komisi V Dewan perwakilan rakyat  (DPR) Papua, yang membidangi kesejahteraan masyarakat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jayapura, Rabu (17/10/2018).

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan tujuan dari sidak tersebut untuk melihat lebih dekat status kampus swasta yang berada di Kabupaten Jayapura agar tidak terjadi seperti kasus STIKES Yanmas di Kota Jayapura yang menelan korban hingga 6000 orang.

“Pertama kami tanya itu status, sudah terakreditasi atau belum,” kata Natan Pahabol di Sentani Rabu (17/10/2018).

Kata Pahabol, semua kampus harus mengikuti aturan yang berlaku, dimana setiap kampus itu harus minimal terakreditasi D.

“Kami juga pastikan status kampus ini selain teori, praktik dan diimbagi dengan fasilitas sarana prasarana yang memadai atau tidak. Apalagi kampus swasta yang ada di Papua lebih banyak menampung pura putri asli Papua,” jelasnya.

Pihaknya juga mengecek kontribusi dalam hal keuangan dari kabupaten, kota dan provinsi. “Kami turun langsung dan mendengar langsung kondisi riil yang ada baik itu dari mahasiswa bahkan juga dosen dan yayasan.

Loading...
;

Dari hasil pertemuan dengan pihak kampus Stikes, kampus yang memiliki dua jurusan kebidanan dan keperawatan ini mengalami kekurangan pengajar.

“Dosen ini sangat penting dan Stikes ini kekurangan dosen dan yayasan sendiri tidak mampu untuk membiayai. Sekarang bagaimana pemerintah mengangkat dan menempatkan dosen-dosen tersebut itu sangat penting sekali,” jelas Pahabol.

Wakil Ketua I Stikes Jayapura, Susi dan Juga sebagai pelaksana harian (PLH) STIKES Jayapura menyambut baik kunjungan legislator komisi V DPR Papua.

“Ini satu kejutan bagi kami. Selama inikan kampus kami tidak terpantau dan tak ada bantuan dari mana pun yang masuk,” ucapnya.

Dengan adanya kunjungan dari DPRP Papua Komisi V ini dapat menjadi jalan bagi kampus Stikes agar ada bantuan yang bisa mereka dapatkan baik sumber dana dan bantuan barang yang bisa digunakan oleh setiap mahasiswa di Kampus Stikes Jayapura.

“Dengan ini kami harap ada bantuan dari kabupaten, kota dan provinsi, karena kami ini menyiapkan kader-kader kesehatan untuk Tanah Papua yang dimana  akan membantu masyarakat secara langsung,” ucap Susi.

Hadir dalam rombongan DPR Papua, Sekretaris Komisi V, Natan Pahabol, anggota komis V Yohanes Rosumbre dan Piter Kwano, beserta staf ahli komisi V DPR Papua.

STIKES Jayapura berdiri 25 September 2009. Pada tahun 2018, STIKES Jayapura memiliki dosen tetap sebanyak 29 orang dan jumlah mahasiswa sebanyak 754 orang. Sehingga rasio dosen tetap berbanding mahasiswa 1:26 orang dan masih sesuai peraturan menteri.

Berdasarkan Peraturan Menteri Riset Dikti, perbandingan jumlah ideal dosen dengan mahasiswanya di perguruan tinggi swasta adalah satu banding 30 (1:30) untuk mata kuliah eksakta dan satu banding 45 (1:45) untuk sosial.

STIKES Jayapura memiliki dua jurusan, yakni DIII Kebidanan dan S1 Keperawata. Keduanya terakreditasi C dan masih berlaku sampai saat ini.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top