Follow our news chanel

Komisi V pertanyakan kriteria murid penerima beasiswa dari BRI

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau dan Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol - Jubi/Arjuna.
Komisi V pertanyakan kriteria murid penerima beasiswa dari BRI 1 i Papua
Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau dan Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan mempertanyakan kriteria 25 murid SD, SMP dan SMA di Papua penerima beasiswa dari Bank BRI yang merupakan salah satu perusahaan BUMN itu.

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan jika kriteria penerima beasiswa adalah murid berprestasi, penerima berprestasi dalam bidang apa, dan berapa persen anak asli Papua yang menjadi penerima beasiswa itu.

“Kami mempertanyakan kriteria dan mekanisme pemberian beasiswa ini. Memang itu merupakan hak perusahaan BUMN terkait, ingin memberikan beasiswa kepada siapa, namun anak asli Papua mesti diutamakan karena perusahaan BUMN ini ada di Papua,” kata Natan Pahabol kepada Jubi, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, ketika ada pihak di luar pemerintah ingin memberikan beasiswa kepada siswa/siswi di Papua, mesti berkoordinasi dengan pemerintah provinsi atau kabupaten/kota. Pemberian beasiswa mesti mempertimbangkan berbagai aspek, terutama dari sisi ekonomi keluarga penerima.

Ia mencontohkan, jika beasiswa itu untuk murid berprestasi maka sisi ekonomi keluarga penerima perlu dilihat. Meski murid itu berprestasi jika ia berasal dari keluarga mapan, sebaiknya tidak perlu. Tapi diberikan kepada siswa berprestasi yang memang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Bagi saya, dalam dunia pendidilkan kini tidak ada istilah murid pintar dan bodoh, karena semua punya kelebihan. Tidak bisa membandingkan kemampuan setiap murid karena setiap siswa/siswi punya kelebihan. Bisa saja seorang murid mahir dalam bahasa inggris tapi ia belum tentu mahir matematika atau fisika, ada murid lain yang mahir dalam bidang itu,” ujarnya.

Loading...
;

Katanya, dalam pemberian beasiswa jangan mengutamakan murid di wilayah perkotaan, namun hingga ke pelosok daerah karena mayoritas murid yang membutuhkan beasiswa untuk menunjang pendidikanya ada di kampung-kampung.

“Jika BUMN benar-benar hadir di Papua ini untuk menolong orang asli Papua, setidaknya mengutamakan anak asli Papua. Mesti adil dalam pemberian beasiswa,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau mengatakan hal yang sama. Menurutnya, jika perusahaan BUMN yang ada di Papua benar-benar peduli, jangan hanya melihat dari sisi murid berprestasi, juga dalam bidang lain.

“Saya sendiri belum melihat sejauh mana perusahaan BUMN terlibat membangun Papua selama ini. Kini mulai seakan menunjukkan kepeduliannya dengan pemberian beasiswa. Beasiswa ini juga untuk siapa,” kata Maria Duwitau.

Maria Duwitau juga menyinggung mekanisme yang dijadikan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Papua sebagai tolok ukur dalam memberikan beasiswa kepada murid di Papua.

“Tidak bisa indikator satu mata pelajaran dijadikan tolok ukur terhadap seorang murid. Tidak ada orang yang sudah pintar disekolahkan, orang disekolahkan untuk menjadi pintar. Jangan sampai ini hanya dijadikan alasan Biro SDM mengirim orang-orangnya sekolah ke daerah lain, dan anak-anak lain dikesampingkan,” ujarnya.

Sementara Wakil Pemimpin Kantor Wilayah BRI Jayapura, Toga Raja Pasaribu mengatakan siswa/siswi yang mendapatkan beasiswa, yakni sebanyak delapan orang murid SD, delapan orang murid SMP dan sembilan orang murid SMA. Setiap murid mendapat uang senilai Rp 5 juta untuk bantuan pendidikan.

“Penerima beasiswa tidak hanya anak asli Papua, juga non-Papua yang berkompeten,” kata Toga Raja Pasaribu, Senin (29/7/2019). (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top