Follow our news chanel

Komnas HAM akan temui oknum guru SMA PGRI Wamena

Suasana aksi protes para pelajar di wamena, akibat dugaan ujaran rasis seorang guru, sebelum ricuh – Jubi/Ist.
Komnas HAM akan temui oknum guru SMA PGRI Wamena 1 i Papua
Suasana aksi protes para pelajar di wamena, akibat dugaan ujaran rasis seorang guru, sebelum ricuh – Jubi/Ist.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua berencana akan menemui guru yang diduga mengeluarkan ujaran rasis terhadap satu diantara anak didiknya di SMA PGRI Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Hal ini dilakukan guna mencari kebenaran, apakah sang guru memang melakukan ujaran rasis atau tidak?

Akibat isu ujaran rasis dari oknum guru tersebut, gelombang demonstrasi melanda Kota Wamena dari pelajar SMA PGRI dan warga sipil. Akibat demonstrasi yang berujung amuk massa tersebut, menyebabkan beberapa faslitas umum dan bangunan pemerintahan terbakar, dua diantaranya adalah Kantor Bupati dan juga Kantor PLN Rayon Wamena.

“Kami berharap tidak ada lagi aksi pembakaran dan lain sebagainya, atas nama kemanusian kami minta aksi-aksi seperti ini dihentikan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits Ramandey kepada wartawan, Rabu (25/9/2019).

Dikatakan, tim Komnas HAM Papua berencana akan menemui oknum guru yang diduga melakukan ujaran rasis kepada anak didiknya saat proses belajar mengajar di dalam kelas.

“Tim akan mencari kronologis pemicu adanya demo yang berujung anarkis hingga menyebabkan banyak korban jiwa. Kami sudah menerima sejumlah laporan mengenai pemicu insiden kemarin, salah satunya yakni informasi seorang guru yang diduga melontarkan kalimat tak pantas kepada siswa,” ujarnya.

Penyebab demonstrasi di Wamena, berdasarkan narasi pihak keamanan dalam hal ini Polri, disebabkan desas-desus yang beredar pada pekan lalu. Hal itu dikatakan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja.

Loading...
;

“Ada isu bahwa seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa,” kata Kapolda Rodja.

Rodja mengaku sudah mendalami kasus tersebut dan ternyata informasi itu adalah hoaks.

“Guru tersebut sudah kami tanyakan dan dia katakan tidak pernah keluarkan kata-kata atau kalimat rasis. Itu sudah kami pastikan,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top