HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Komnas HAM kesulitan mengetahui tempat tertembaknya Yulianus Mote

Kepala Kantor Komisi Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua, Frits Ramandey – Jubi. Dok
Komnas HAM kesulitan mengetahui tempat tertembaknya Yulianus Mote 1 i Papua
Kepala Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua, Fritz Ramandey – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Perwakilan Papua menyatakan telah melakukan investigasi terkait rangkaian peristiwa di Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua, pada 21 Mei 2019 lalu. Akan tetapi, investigasi itu belum menemukan lokasi di mana Yulianus Mote tewas tertembak.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan meski ia telah turun ke Deiyai dan meminta keterangan berbagai pihak, namun pihaknya belum menemukan saksi yang dapat memberikan keterangan kronologis dan tempat tertembaknya Yulianus Mote. Hal itu membuat Komnas HAM Perwakilan Papua belum bisa menyimpulkan di mana Yulianus Mote tertembak hingga meninggal.

Komnas HAM kesulitan mengetahui tempat tertembaknya Yulianus Mote 2 i Papua

“Kami kesulitan menentukan di mana persisnya korban tertembak. Setelah tertembak korban jatuh di mana dan beberapa poin lainnya,” kata Frits Ramandey saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (28/5/2019).

Ketika melakukan investigasi, tim Komnas HAM Perwakilan Papua sudah melihat tempat pemakaman Yulianus Mote, markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi, dan rumah warga yang dibakar dalam amuk massa pada 21 Mei 2019 lalu. Amuk massa itu terjadi karena warga marah mengetahui polisi menembak Melianus Dogopia, seorang pemuda yang mabuk dan mencegat sejumlah mobil yang melintas di Waghete, Kabupaten Deiyai.

Tim Komnas HAM Perwakilan Papua telah menemui Melianus Dogopia, yang saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Nabire atas luka tembak di bagian kakinya. Tim itu juga bertemu dan meminta keterangan korban pemerkosaaan yang diduga terjadi dalam rangkaian peristiwa pasca tertembaknya Melianus Dogopia.

“Kami juga sudah mendengarkan keterangan enam anggota polisi yang pada 21 Mei 2019 lalu mengamankan di tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Loading...
;

Komnas HAM Perwakilan Papua berharap, upaya penegakan hukum dalam kasus Deiyai dapat secepatnya tuntas. Proses hukum harus dijalankan baik kepada pelaku penembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia, maupun terhadap para pelaku pembakaran Polsek Tigi, pelaku yang membakar rumah warga, maupun pelaku yang terlibat dugaan pemerkosaan.

“Apapun proses mediasi yang nanti dilakukan, tidak boleh ada upaya menghentikan proses penegakan hukum,” ucapnya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Jenderal Polisi Yakobus Marzuki menjamin pihaknya akan bertindak tegas jika ada anggota polisi yang terbukti bersalah dalam kasus penembakan di Kabupaten Deiyai pada 21 Mei 2019 lalu. “Kami harus dipercayai masyarakat. (Kepercayaan dari masyarakat akan datang) mana kala kami profesional dan tidak diskriminatif dalam penegakan hukum,” kata Brigjen Yakobus Marzuki.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top