Follow our news chanel

Previous
Next

Penembakan warga Nduga, Komnas HAM Papua berupaya temui Pangkogabwilhan

papua-penembakan-nduga
Ilustrasi, masyarakat Nduga, Minggu (19/7/2020), seharian menduduki jalan ke Bandara Keneyam menuntut jenazah Selu dan Elias Karunggu dimakamkan di ujung bandara Keneyam - Dok. Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua masih mengupayakan dapat bertemu Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, yang berada di Timika, Kabupaten Mimika.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan pihaknya berupaya dapat bertemu Pangkogabwilhan III dalam beberapa hari ke depan, untuk mengklarifikasi penembakan terhadap dua warga Kabupaten Nduga, 18 Juli 2020 silam.

Ia mengatakan upaya bertemu Pangkogabwilhan III itu sebagai respons terhadap pengaduan yang diterima pihaknya, terkait kasus penembakan tersebut. Penembakan yang menewaskan Elias Karunggu (40 tahun), dan anaknya Selu Karunggu (20 tahun) itu, terjadi di Distrik Kenyam. Keduanya diduga ditembak Satuan Tugas atau Satgas Pamtas Yonif PR 330/TD.

Akan tetapi, penting bagi Komnas HAM Perwakilan Papua mengklarifikasi langsung kasus ini kepada pihak terkait, karena dugaan penembakan dilakukan oleh Satgas yang berada di bawah Kogabwilhan III.

“Kami dari Tim Komnas HAM Perwakilan Papua, kini berada di Timika. Kami sedang berkoordinasi dengan Pangkogabwilhan mengenai jadwal pertemuan dan agenda yang akan dibahas,” kata Ramandey melalui panggilan teleponnya, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Warga Nduga ditembak, Komnas HAM Papua agendakan bertemu Pangkogabwilhan

Menurunya, jika tak ada hambatan, pertemuan kedua pihak kemungkinan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Katanya, selain mengklarifikasi penembakan terhadap dua warga Nduga, pihaknya juga akan membahas beberapa hal lain.

Loading...
;

“Setelah pertemuan barulah saya memaparkan hasil pertemuan kami, dan bagaimana kelanjutannya,” ujarnya.

Belum lama ini, pegiat Hak Asasi Manusia Papua di wilayah Pegunungan Tengah, Theo Hesegem, mengatakan keluarga meminta pembentukan tim independen, mengusut penembakan terhadap Elias Karunggu dan Selu Karunggu.

“Keluarga meminta dibentuk tim independen [menyelidiki dan] melakukan olah tempat kejadian perkara, karena hingga kini belum dilakukan,” kata Theo Hesegem kepada Jubi kala itu.

Menurut Hesegem, siapapun yang terlibat dalam penembakan itu, harus diproses hukum.

“Penembakan terhadap dua orang itu bisa dikategorikan pembunuhan kilat,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top