Follow our news chanel

Previous
Next

Komnas HAM Papua segera investgasi meninggalnya remaja di Boven Digoel

paua-melchior-weruin
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Melchior S. Weruin (kiri), bersama kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua - Jubi. Dok 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Komisi Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua segera menginvestigasi kasus meninggalnya, Oktovianus Warip Betere (16 tahun) pada 24 Juli 2020 lalu. Warga Asiki, Distrik Jair, Kabupaten  Boven Digoel, itu diduga meninggal dunia akibat dianiaya oknum TNI yang bertugas di sana.

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Melchior S. Weruin, mengatakan kasus itu merupakan catatan atau agenda penting pihaknya karena diduga melibatkan oknum dari institusi negara.

“Tim belum turun, nanti kita agendakan kalau sudah masuk new normal, kita turun [melakukan investigasi],” kata Melchior kepada Jubi melalui panggilan teleponnya, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, Komnas HAM perwakilan Papua akan tetap menginvestigasi kasus tersebut meski hingga kini belum menerima pengaduan dari pihak korban.

“Kami sudah cek database kami, kami belum terima pengaduan dari keluarga korban,” ujarnya.

Katanya, kemungkinan pengaduan disampaikan secara personal langsung kepada pimpinan Komnas HAM perwakilan Papua. Akan tetapi belum sempat meneruskannya ke bagian pangaduan di lembaga itu.

“Karena Beliau sedang ada kedukaan, sehingga mungkin Beliau lupa menyampaikan untuk dimasukkan ke database,” ucapnya.

Loading...
;

Melchior mengatakan hingga kini pihaknya juga belum mendapat informasi sejauh mana penanganan atau upaya yang dilakukan institusi terkait dalam kasus itu.

“Kami baru dapat sebatas kronologis kejadian. Kami masih tunggu petunjuk teknis dari pimpinan Komnas HAM perwakilan Papua,” katanya.

Baca juga: Seorang anak tewas, diduga dianiaya anggota Satgas Pamtas pos Asiki-Boven Digoel

Meninggalnya korban bermula ketika pada 18 Juli 2020, Satgas Yonif Mekanis 516/CY mendapat laporan warga terkait tindakan pencurian yang dilakukan korban.

Personel Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY kemudian berpatroli mencari keberadaan terduga pelaku pencurian.

Pada 24 Juli 2020, personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516/CY berhasil mengamankan terduga di Pasar Asiki dan dibawa ke ke Pos Kout Yonif Mekanis 516/CY untuk dimintai keterangan.

Usai diperiksa, Oktovianus mengaku pusing dan lemas. Karena kondisinya semakin menurun, korban dibawa ke Klinik Asiki untuk mendapatkan perawatan. Akan tetapi Oktovianus akhirnya meninggal. Ada dugaan korban meninggal akibat dianiaya saat dimintai keterangan di Pos TNI.

Pasca kejadian itu, Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 174/ATW menurunkan tim penyelidik dan mengamankan terduga oknum pelaku untuk dimintai keterangan.

Komandan Korem 174/ATW, Brigjen TNI Bangun Nawoko, belum lama ini mengatakan proses penyelidikan kasus masih dilakukan. Sejumlah saksi dari kalangan warga dan anggota TNI dilokasi telah dimintai keterangan.

Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya. Oknum yang terbukti bersalah nantinya akan ditindak sesuai aturan.

“Saya harap masyakat bersabar menunggu hasil investigasi tim. Siapa saja yang terbukti bersalah nanti akan ditindak sesuai hukum yang berlaku di negara kita,” kata Brigjen TNI Bangun Nawoko belum lama ini. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top