Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Komnas HAM Papua khawatir rusuh berulang

Suasana workshop Komnas HAM perwakilan Papua - Jubi/Arjuna
Komnas HAM Papua khawatir rusuh berulang 1 i Papua
Suasana workshop Komnas HAM perwakilan Papua – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komnas HAM perwakilan Papua menduga potensi rusuh di Papua yang dipicu protes terhadap ujaran rasisme di Surabaya masih akan berulang.

Ketua Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, potensi itu bisa saja kembali muncul jika seluruh pihak tidak melakukan upaya rekonsiliasi. Menurut Frits Salah satu yang harus bertanggung jawab adalah gubernur.

Komnas HAM Papua khawatir rusuh berulang 2 i Papua

“Kami juga minta gubernur melakukan road show ke semua kota studi. Bertemu semua pemda dan pihak lainnya, terutama mahasiswa eksodus. Selain itu, bagaimana pemulihan kembali kerusakan di Jayapura di Wamena dan daerah lainnya,” kata Frits Ramandey.

Selain itu, Komnas HAM juga meminta pemerintah daerah proaktif melakukan rekonsiliasi agar tidak terjadi lagi protes yang meluas dan berujung rusuh.

Sementara Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Provinsi Papua, Toni Wanggai mengaku siap menjadi agen untuk membantu proses rekonsiliasi.

“Nahdliyin di Papua dan seluruh tanah air berada di depan dalam upaya rekonsiliasi di tengah masyarakat pascakejadian,” kata Toni Wanggai.

Loading...
;

Menurutnya, PWNU Papua juga berkomitmen meneruskan warisan Gus Dur untuk Papua di antaranya, mendorong pembentukan Komisi kebenaran dan rekonsiliasi (KKR) dan Pengadilan HAM Ad-Hoc sesuai amanah Undang-Undang Otsus Papua tahun 2001.

PWNU Papua juga mendorong penyelesaian persoalan Papua dengan pendekatan budaya, dialogis, dan kemanusiaan. Mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Otsus Pemerintah Papua bagi tanah Papua yang telah didaftarkan dalam Prolegnas DPR RI pada 2020 sebagai usulan pemerintah.

“PWNU Papua juga mendorong pembentukan Badan Nasional Urusan Papua untuk menyelesaikan persoalan Papua secara komprehensif, dan mendorong konsolidasi antara semua stakeholder, serta proses rehabilitasi korban pelanggaran HAM dan pembentukan tim investigasi sehubungan dengan kasus Nduga,” ujarnya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top