Follow our news chanel

Previous
Next

Komnas HAM Papua menduga ada kekeliruan Protap dalam penembakan di Timika

Papua
Tim Komnas HAM perwakilan Papua saat melakukan reposisi di lokasi penembakan dua pemuda di Mimika - Dok Komnas HAM perwakilan Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua menduga ada kekeliruan protap (protokol tetap) dalam kasus penembakan dua pemuda di Kabupaten Mimika, 13 April 2020 silam.

Pernyataan itu dikatakan Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey kepada Jubi melalui panggilan teleponnya, Rabu (7/10/2020).

Ia mengatakan dugaan adanya kekeliruan protap itu disimpulkan pihaknya setelah melakukan reposisi di lokasi penembakan di Mile 34, Distrik Tembagapura.

“Dari hasil reposisi kami memang ada kejanggalan. Meski beralasan [kedua korban] berada di wilayah tertutup dan perlintasan kelompok bersenjata, tapi ketika kami menguji protapnya rupanya kami duga penerapan protap tidak jalan maksimal,” kata Frits Ramandey.

Dua pemuda di Mimika, Eden Armando Bebari (19 tahun) dan Ronny Wandik (20 tahun) di diduga tewas ditembak oknum anggota TNI dari Satuan Tugas atau Satgas saat mencari ikan di kali sekitar Mile 34 Tembagapura. Keduanya ditembak lantara dianggap bagian dari kelompok bersenjata di wilayah itu.

Komnas HAM perwakilan Papua, Sub Den POM Timika yang menangani kasus penembakan tersebut, melakukan reposisi ulang di lokasi penembakan, dan menungkap kebenaran peristiwa itu.

Menurutnya, penembakan terhadap dua pemuda itu merupakan satu dia antara beberapa kasus yang diklarifikasi pihaknya, ketika bertemu beberapa pejabat utama Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Kogabwilhan III di Timika, 7 Oktober 2020.

Loading...
;

“Kami minta klarifikasi soal senjata yang disebut milik korban. Ternyata itu senjatanya untuk digunakan menembak udang dan ikan. Juga ada barang bukti lain misalnya peluru dan bendera Bintang Kejora,” ujarnya.

Katanya, Komnas HAM perwakilan Papua mendesak agar kasus ini segera disidangkan. Apalagi telah ada komitmen dari pihak Kogabwilhan III menuntaskan kasus tersebut.

“Saya pikir ada komitmen menuntaskan kasus ini, dan ada kemajuan dalam penegakan hukum terhadap anggota TNI yang berada dibawah Kogabwilhan III Papua-Maluku. Nanti prosesnya di Timika tapi penyidiknya dari Denpomdam Timika,” ucapnya.

Sementara itu, dikutip dari suarapapua.com, Deminikus Beberi, ayah korban Eden Bebari belum lama ini mengatakan pihaknya bersama dengan keluarga korban Ronny Wandik telah memberikan kuasa kepada Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum atau LP3BH Manokwari sebagai kuasa hukum pihaknya.

“Kami sudah bikin surat kuasa ke direktur LP3BH Manokwari. Kami lakukan itu supaya suarakan dan perjuangkan suara-suara kami keluarga pelanggaran HAM. Bagi kami pembunuhan terhadap Eden dan Roni adalah pelanggaran HAM,” kata Deminikus Beberi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top