TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Komnas HAM Papua minta polisi dan kejaksaan perhatikan psikologis Victor Yeimo

epala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey
Kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Perwakilan Papua minta kepolisian dan kejaksanaan memperhatikan kondisi kesehatan dan psikologis juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan pihaknya telah tiga kali mengunjungi bekas Ketua Umum KNPB itu. Kunjungan untuk melihat kondisi Victor Yeimo dilakukan, saat Yeimo ditahan sebagai tersangka di Polda Papua, hingga berstatus terdakwa, dan dititipkan kejaksaan di Mako Brimob, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

“Kami sudah minta penyidik dan saya berkoordinasi langsung dengan Kajati Papua, agar memperhatikan kondisi kesehatan dan psikologis Victor Yeimo,” kata Frits Ramandey kepada Jubi, Sabtu (14/8/2021).

Menurutnya, salah satu yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis Yeimo, karena kini ia ditahan sendiri di Mako Brimob. Situasi ini menyebabkan terdakwa tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain setiap saat.

Ketika pihak keluarga atau kalangan lain yang ingin bertemu dengan Victor Yeimo, prosesnya cukup sulit. Ada berbagai syarat atau mesti mendapat izin dari pihak tertentu.

Untuk itu, Komnas HAM Perwakilan Papua juga minta kepolisian dan kejaksaan bisa memberi akses agar Victor Yeimo dapat ditemui pihak keluarga atau siapapun yang ingin bertemu karena peduli pada proses hukum dan ingin memastikan kondisi terdakwa selama ditahan.

“Memang problemnya kini psikologi. Ini yang bisa berdampat pada kondisi Victor Yeimo. Misalnya dia bisa stres, berpotensi muncul penyakit baru,” ucapnya.

Katanya, saat tim Komnas HAM Perwakilan Papua bertemu Yeimo belum lama ini, yang bersangkutan mengeluh sulitnya mendapat akses keluar dari ruang tahanan meski hanya untuk sekadar berjemur setiap hari.

Ia hanya diizinkan berjemur pada hari hari tertentu. Padahal yang Yeimo inginkan ia dapat berjemur setiap hari.

“Kami minta agar permintaan dia untuk bisa berjemur setiap hari bisa dipenuhi, dan pengacaranya juga bisa selalu diberi akses saat akan menemuinya. Kami sudah sampaikan itu sejak awal mengunjungi Victor Yeimo,” ujarnya.

Baca juga: Komnas HAM Papua berencana ajukan pembantaran penahan Victor Yeimo

Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Papua, Nikolaus Kondomo, menyatakan pihaknya akan menjamin hak hak Victor Yaimo.

“Kami pastikan hak-hak terdakwa selama dititipkan di Rutan Brimob akan dijamin dengan baik. Tidak hanya hak kesehatan, juga makan, minum, dan lainnya. Kami pastikan semua hak terdakwa terpenuhi,” kata Nikolaus Kondomo melalui keterangan pers daring kepada wartawan, Selasa (10/08/2021).

Menurutnya, kini Yeimo telah berstatus tahanan kejaksaan. Akan tetapi, ia dititipkan sementara di tahanan Mako Brimob, sambil menunggu proses persidangan di [engadilan, setelah berkas perkaranya dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan.

“Kami menitipkan terdakwa di Rutan Brimob, karena kami tidak memiliki rutan

untuk menahannya. Kami hanya punya sel sementara. Tidak memungkinkan terdakwa ditahan di sana selama satu kali 24 jam,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us