Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Komunikasi pemerintah lengah sebabkan ketidakpastian kasus Covid-19 di PNG

Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, saat mengumumkan kasus Covid-19 pertama pada 21 Maret 2020. – Kantor Perdana Menteri PNG

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Jeremy Mogi di Port Moresby

Dan berita pun keluar. Kasus infeksi virus corona 2019 pertama di Papua Nugini. Covid-19.

Dalam konferensi media yang paling dinanti-nantikan sejak pengumuman kabinet baru pada awal 2019, Perdana Menteri PNG, James Marape tampaknya berusaha menghindari pertanyaan yang ada di bibir bangsa yang gelisah – apakah kita memiliki kasus pertama Covid-19?

Ia mendarat dengan pesawat jet Falcon setelah kunjungannya ke Kokopo, bertemu dengan massa yang sudah menanti-nantikannya. Itu pukul 6 sore waktu setempat.

Setelah berembuk satu jam kemudian, ia siap menghadapi media. Anggota-anggota kabinetnya, serta pejabat kepolisian dan pertahanan, dan dengan bantuan teknis dari Kementerian Kesehatan di sampingnya, Marape memulai: “Saat ini sudah ada kasus Covid-19 yang dikonfirmasikan di Lae. Beberapa hari yang lalu ada suatu laporan yang disusun berdasarkan pemeriksaan oleh Institute of Medical Research PNG yang menunjukkan kemungkinan seseorang telah terinfeksi.”

“Untuk konfirmasi lebih lanjut, kita telah melakukan dua pemeriksaan, pemeriksaan yang pertama negatif, tetapi itu tidak meyakinkan, pemeriksaan kedua terbukti positif.”

Loading...
;

“Dia adalah salah satu dari sekitar 19 orang yang telah diawasi sejak ia sampai di negara kita sejak kasus Covid-19 pertama kali dikonfirmasikan.”

Memuji sistem yang ada

Marape memuji sistem yang telah diterapkan sejak dimulainya pandemi global. Suatu sistem yang, dalam arti yang lebih luas, sejauh ini berhasil, meskipun ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh PNG.

“Sejak Januari, ada lebih dari 5.000 orang yang masuk ke negara kita, pengamatan kita atau titik pengecekan dan sistem pemeriksaan di Bandara Jackson serta empat pelabuhan utama, telah mengelola semuanya, melacak pergerakan mereka ….”

“Kita sudah menampung hingga 19 orang untuk diawasi, dan dari 19 orang itu, satu orang sekarang telah diidentifikasikan, dan ini dalam pandangan saya, telah memberi saya sedikit kepuasan atas fakta bahwa sistem kita, terlepas dari berbagai kekurangan yang kita miliki dalam sistem ini … Mampu menyelidiki orang-orang yang dicurigai, dan sampai pada orang yang satu ini di Morobe.”

Orang-orang PNG pasti merasa lega dan cemas mendengar pernyataan awal itu. Selama berminggu-minggu, banyak yang mendesak agar pemerintah bertindak tegas.

Selama berhari-hari, kabar angin telah beredar luas setelah pernyataan media dari Menteri Kesehatan, Jelta Wong, pada Rabu pekan lalu (18/3/2020). Pernyataan-pernyataan media. Sebenarnya ada dua rumor terkait Covid-19. Yang pertama, masih kemungkinan. Yang kedua, negatif.

Dan meskipun gentingnya situasi ini juga diketahui oleh Marape, ia kadang-kadang tampak santun, dan lengah wacananya di hadapan media.

Masyarakat PNG diminta untuk tidak panik

Lebih dari satu kali ia menekankan : “Menurut saya kasus ini memberikan kita kesempatan untuk menangani satu kasus, dimana ini bisa mendorong pemerintah untuk melakukan penilaian mengenai kasus-kasus selanjutnya jika terjadi. Jadi kita mengumumkan kepada seluruh masyarakat agar tidak panik, kita sudah punya sistem untuk memantau mereka dicurigai.”

Sayangnya, kata-kata positif dari Marape, sangat berbeda dengan apa yang terjadi secara global. Italia telah mengumumkan 627 orang meninggal dalam satu malam (19/3/2020). Lebih dari 47.000 kasus telah dilaporkan di negara itu. Lebih banyak orang yang meninggal setelah tertular virus corona di Italia daripada di Tiongkok, dimana wabah itu dimulai.

Hal itu bisa terjadi di negara dengan salah satu infrastruktur kesehatan terbaik di Eropa.

Laporan dari Kota Lae Jumat kemarin (20/3/2020), adalah bahwa suatu pertemuan yang dihadiri pemangku-pemangku kepentingan, antara lain otoritas kesehatan, usaha-usaha, bea cukai dan polisi tentang rencana untuk pembendungan penyakit Covid-19 di Lae dan Morobe.

Proposal sebesar K5 Juta diajukan oleh Pemerintah Provinsi Morobe untuk operasi ini kepada komite Provincial Covid-19 Response Committee hampir dua minggu lalu, dan mereka masih menunggu jawaban. Proposal ini diajukan setelah proposal yang serupa untuk K15 Juta dari tim Response Team to the National Health Department yang masih ditunda sejak diajukan tiga minggu lalu.

Fasilitas isolasi belum selesai

Lebih buruk lagi, sayap khusus pusat isolasi yang dijanjikan oleh pemerintah, yang akan didirikan di Rumah Sakit Umum Angau di Lae, juga belum selesai.

Permintaan PM Marape untuk tetap tenang tidak berhasil menenangkan lebih dari 8 juta orang yang panik.

Seiring meningkatnya rasa frustrasi, seorang komentator sosial berkata PM, dan menteri kesehatan dan kepolisian telah secara prematur mengumumkan hasil negatif yang sebelumya. Yang lainnya berpendapat, karena rute perjalanan penumpang tersebut, langkah-langkah untuk karantina harusnya dimulai lebih cepat lagi. Komentar-komentar ini termasuk segelintir kritik yang positif.

Segelintir adalah kata kuncinya. Hanya ada sedikit. Mayoritas lainnya lebih pedas dalam kritikan mereka.

Dan sementara PM yang sedang menjadi pusat perhatian, targetnya adalah Menteri Kesehatan Jelta Wong.

Tiga hari yang lalu, Wong mengeluarkan sebuah pernyataan, dengan puas mengumumkan bahwa pasien yang diawasi telah diperiksa dan hasilnya negatif, ia berterima kasih kepada publik karena “terus bekerja dengan kita” untuk memastikan PNG bebas Covid-19.

PNG telah tutup perbatasan

Sebelumnya, dalam surat edaran dari kementeriannya, Menteri Wong mengatakan perbatasan PNG sekarang resmi ditutup, pengecualian berlaku untuk tenaga kerja kesehatan, orang-orang yang datang untuk membantu upaya tanggap Covid-19 PNG, diplomat dengan izin tertulis dari Menteri Kesehatan, kru penerbangan, awak kapal, dan anggota militer.

Selanjutnya, tempat-tempat dan kegiatan perjudian, fasilitas dan kegiatan klub malam, dan yang marak pengunjung acara musik atau budaya, sekarang harus segera ditutup.

Surat itu kelihatan profesional, sesuai dengan kantor yang menerbitkannya. Apa yang tidak disetujui, adalah unggahan melalui media sosial. Ini menyebabkan banyak orang mempertanyakan integritas sumbernya.

Pernyataan Menteri Kesehatan ia bagikan dilaman Facebook-nya. Tidak sampai setengah jam kemudian baru dokumen yang ‘resmi’ disediakan kepada media untuk disebarluaskan ke publik yang khawatir.

Inti dari persoalan ini

Dan itulah inti dari permasalahannya, diskoneksi antara informasi yang tersedia, dan presentasinya kepada massa. Telah diverifikasi. Akurat. Dan tanpa perlu diinterpretasikan.

Malam Sabtu lalu (21/3/2020) ketiga atribut di layar kaca, saat siaran langsung … Di hadapan seluruh dunia.

Anehnya, Wong berdiri di belakang. Bersamanya adalah Bryan Kramer, dari semua anggota parlemen di Parlemen, ia adalah yang paling paham media sosial. Bahasa tubuh, posisi strategis para MP di sekeliling PM Marape, tidak berhasil memberikan keoptimisan yang diperlukan bangsa PNG.

Namun, provinsi-provinsi telah memperkuat mekanisme perlindungan mereka sendiri. East New Britain (ENB) adalah provinsi pertama yang merasakan dampak ancaman virus corona dalam perekonomiannya. Awal bulan ini industri pariwisata provinsi tersebut teranca, setelah izin kapal pesiar Queen Elizabeth II untuk berlabuh ditolak karena ancaman virus corona. Larangan itu diberlakukan oleh otoritas Provinsi ENB.

Hubungan antarprovinsi dan swasta terpengaruh

Operator-operator tur berkata larangan ini tidak hanya mempengaruhi usaha pariwisata di provinsi ini, tetapi juga membahayakan hubungan antarprovinsi dan kapal-kapal pesiar yang berkunjung di tahun-tahun mendatang.

Provinsi-provinsi perbatasan dengan Indonesia, West Sepik dan East Sepik, telah bersatu dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan dan melindungi masyarakat terhadap Covid-19.

Ketua komite Inter-agency Working Committee, Timothy Teklan, mengatakan risiko ini sangat tinggi dan dia telah mendesak pemerintah pusat untuk menyatakan keadaan darurat khusus di sepanjang perbatasan PNG-Indonesia.

Pemimpin-pemimpin politik West Sepik telah menjanjikan K500.000 untuk mendanai sosialisasi, pembendungan penyakit, pemulihan, dan rencana lain yang diperlukan untuk melindungi masyarakat.

Di Manus, provinsi ini berencana membatasi pergerakkan orang-orang yang bepergian keluar dan masuk pulau itu. Pembatasan ini akan berlaku pada warga asing dan warga PNG.

Gubernur Madang, Peter Yama, menegaskan dia siap untuk menghentikan semua kapal asing dan pengunjung internasional dari memasuki provinsinya. Pemikirannya, dengan terus terang: “Kita tidak memiliki rencana kontijensi … Tidak ada rencana apa-apa, tidak ada dana, dan tidak ada alokasi dana yang diperlukan di sini untuk tujuan itu … Jika virus Corona sampai di Provinsi Madang – masyarakat saya bisa tewas. Dan itu adalah sumber rasa takut saya.”

Tim satuan tugas tingkat provinsi

National Capital District (NCD) di PNG telah membentuk tim satuan tugas provinsi yang melibatkan semua pihak berwenang yang terkait, dan telah menguraikan upaya-upaya yang akan dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

Gubernur Powes Parkop yakin daerah ibu kota itu sudah siap menghadapi pandemi virus corona. Fasilitas-fasilitas isolasi telah didirikan di Rumah Sakit Umum Port Moresby dan RS Militer Taurama. Rabu pekan lalu (18/3/2020, Pasukan Pertahanan PNG disiagakan setelah Menteri Kesehatan secara resmi menyatakan Covid-19 sebagai ‘penyakit yang harus dikarantina’ di bawah UU Kesehatan negara tersebut.

Satu hal yang pasti, Covid-19 adalah ’tes litmus‘ bagi pemerintah. Baru awal-awal saja strategi komunikasinya sudah mengecewakan. Malah apa yang menyebabkan pernyataan media Sabtu malam lalu oleh PM Marape adalah karena pernyataan Kementerian Kesehatan yang ‘bocor’ dengan lambang resmi pemerintah dengan kata-kata “… Mengkonfirmasikan kasus Covid-19 pertama kita.”

Jika di masa lalu pemerintah dituduh gagal menyediakan infrastruktur yang memadai, sekarang mereka gagal dalam melakukan apa yang biasanya dilakukan orang PNG dengan baik, berkomunikasi. (Asia Pacific Report)

Jeremy Mogi adalah editor daring EMTV News.

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top