HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Komunitas Aku Mengabdi kumpulkan donasi buku dan kain

Para relawan Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi (Aku Mengabdi) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura saat mendampingi anak-anak Papua belajar. - Jubi/Hengky Yeimo
Para relawan Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi (Aku Mengabdi) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura saat mendampingi anak-anak Papua belajar. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi akan mengumpulkan donasi buku, dan kain bekas dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas Cenderawasih, Jayapura. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk menggiatkan Gerakan Papua Mengajar oleh Akuntansi Mengajar dan Mengabdi.

Hal itu dinyatakan dosen pendamping Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi (Aku Mengabdi) di Universitas Cenderawasih (Uncen), Kurnia Padma. “Kami akan membuat aksi [penggalangan donasi] di seluruh fakultas [Uncen]. Kami [akan] sebarkan undangan untuk  membantu buku, kain bekas. Syukur bahwa kami mendapatkan banyak perhatian fakultas lain,” kata Kurnia Padma di Jayapura, Minggu (22/3/2020).

Kurnia berharap penggalangan donasi buku dan kain bekas itu juga akan menarik minat para mahasiswa untuk menjadi relawan baru Gerakan Papua Mengajar dan Komunitas Aku Mengabdi. Ia berharap para mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Uncen tidak ragu untuk berbagi dan mengajar anak-anak Papua. “Banyak orang di luar sana membutuhkan pertolongan mahasiswa Papua,” kata Kurnia. 

Salah satu aktivis Komunitas Aku Mengabdi, Nely Fonataba menuturkan keterlibatan para mahasiswa Prodi Akuntansi Uncen dalam Gerakan Papua Mengajar dimulai pada 2017, ketika mereka mulai mengajar anak-anak Papua di Buper, Kota Jayapura. Saat itu Fonataba masih mahasiswa semester 2 Prodi Akuntansi Uncen, dan tengah mengikuti Mata Kuliah Hukum Komersial yang diasuh Kurnia Padma.

Fonataba menuturkan Kurnia Padma mengajak para mahasiswa mata kuliah Hukum Komersial itu untuk sukarela mengajar anak-anak Papua. “Saya dan teman-teman diajak oleh dosen kami Kurnia Padma. Beliau memotivasi kami ikut Gerakan Papua Mengajar. Ketika itu kami menggunakan nama ‘Mahasiswa Akuntansi Mengajar’. Seiring waktu berjalan, tanggal 14 Maret 2020 kami menginisiasi [berdirinya] Komunitas Aku Mengabdi,” kata Fonataba di Jayapura, pada 14 Maret 2020 lalu.

Fonataba menuturkan selama ia menjadi relawan Gerakan Papua Mengajar ia justru banyak belajar dari anak-anak Papua yang diampunya. “Kami mengajar adik-adik di Distrik Heram, Waena Kampung, Buper. [Selama itu] kami belajar juga tentang kehidupan, langsung [belajar dari masyarakat,” katanya. 

Loading...
;

Mahasiswi Prodi Akuntansi Uncen lainnya, Jusma menceriterakan awalnya para relawan kesulitan untuk mengajar anak-anak Papua. “Kami mengajar anak-anak SD, SMP, dan SMA. Tempat kami mengajar adalah halaman gereja, sebab kami tidak memiliki tempat khusus untuk mengajar,” tutur Jusma di Jayapura, 14 Maret 2020 lalu.

Jusma menuturkan dari Gerakan Papua Mengajar itulah ia belajar melakukan pendekatan terhadap berbagai kalangan muridnya. “Kami [belajar] melakukan pendekatan dengan anak-anak. Kami membawa gula-gula sebagai bahan kontak. Awalnya memang agak susah-susah gampang, apalagi [pendidikan dan dasar keilmuan] kami bukanlah keguruan,” kata Jusman.

Ketua Prodi Akuntasi Uncen, Dr Syaikhul Falah mengaku senang dengan gebrakan yang dilakukan Kurnia Padma dan para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Aku Mengabdi.  “Proses perkuliahan itu bukan di kampus saja. Saya mengapresiasi ide itu, sebab itu bagian dari amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Syaikhul di Jayapura pada 14 Maret 2020.

Rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo ST MT mengapresiasi terbentuknya Komunitas Aku Mengabdi. “Saya mengapresiasi terbentuknya Aku Mengbdi. Sebab itu bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain melakukan penelitian kampus, [mahasiswa] kami juga [harus] terlibat aktif dalam kegiatan di luar kampus, [termasuk] pengabdian kepada masyarakat. [Dengan demikian], kehadiran kita bisa memberi dampak,” kata Safanpo di Jayapura pada 14 Maret 2020.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa