Follow our news chanel

Kondisi mahasiwa Lanny Jaya di Sidoarjo di tengah wabah Covid-19

Mahasiswa Lanny Jaya di asrama di kota studi Sidoarjo, Jawa Timur berkumpul menghadapi hari-hari karantina saat pandemik corona virus Jubi/ Foto. Korwil Mahasiswa Lanny Jaya Kota Studi Sidoarjo.
Kondisi mahasiwa Lanny Jaya di Sidoarjo di tengah wabah Covid-19 1 i Papua
Mahasiswa Lanny Jaya di asrama di kota studi Sidoarjo, Jawa Timur berkumpul menghadapi hari-hari karantina saat pandemik virus corona  – Jubi/ Foto: Korwil Mahasiswa Lanny Jaya Kota Studi Sidoarjo.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketika pemerintah memutuskan agar masyarakat bekerja dan belajar dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, kampus Perguruan Tinggi di Jawa Timur pun menghentikan aktivitas di kampus.

Kejadian tersebut juga berdampak kepada aktivitas mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya yang sedang menuntut ilmu di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua Korwil (Kordinator Wilayah) Mahasiswa Lanny Jaya Kota Studi Sidoarjo, Jawa Timur Dion Yigibalom menceritakan sebelum virus corona menyebar di Indonesia mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali di kota studi Surabaya dan Sidoarho melakukan aktivitas perkuliahan seperti biasa.

Tapi setelah virus corona masuk Indonesia dengan penambahan jumlah ODP dan PDP yang positif, maka pemerintah mengimbau untuk tidak keluar sembarangan dan karantina mandiri di rumah selama 14 hari

“Dampaknya aktivitas perkuliahan di kampus dihentikan, namun tetap berjalan dengan sistem online,” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas WR Supratman Surabaya tersebut.

Menurutnya ada beberapa kampus negeri dan swasta yang memutuskan  menggunakan sistem informasi akademik jalur online agar aktivitas perkuliahan tetap berjalan.

Loading...
;

“Dari awal sampai hari ini kami ikuti proses perkuliahan itu lewat online, seperti mengisi tugas dan mengambil tugas yang diberikan oleh setiap dosen kepada kami dan semua bejalan lancar, kami aktif seperti biasa,” kata Yigibalom ketika dihubungi Jubi, Jumat, 3 April 2020.

Selama karantina, katanya, penghuni asrama kontrakan makan apa adanya. Mereka urunan untuk membeli makanan. Selain itu Gereja GJSA Surabaya Wiyung juga memberikan beras 100 kg dan mie instan dua kardus.

“Kami sangat berterima kasih karena masi ada orang yang melihat kondisi kami,” ujarnya.

Tidak semua mahasiswa asal Lanny Jaya di Sidoarjo tinggal di kontrakan, tetapi juga ada yang kos, terutama mahasiswi. Yigibalom mengatakan ada 36 mahasiswa yang kos dan 8 mahasiswi. Mereka yang kos juga susah mendapatkan makanan dan minuman.

“Kiriman dari orang tua juga tidak selalu ada, kadang dikirim kadang juga tidak, apa lagi dengan situasi saat ini justru menyulitkan orang tua melakukan transaksi pengiriman uang makan kepada kami,” katanya.

Menurut Yigibalom pembayaran studi pun belum berjalan baik hingga saat ini. Biaya bantuan studi, katanya, sedang berjalan dan lagi direalisasikan oleh Pemkab Lanny Jaya.

Hanya saja, ia berharap dalam kondisi menghadapi wabah virus corona, Pemprov Papua, khususnya Pemkab Lanny Jaya dapat memberikan bantuan makanan selama karantina.

“Kami mahasiswa Lanny Jaya lebih khususnya di kota studi Surabaya dan Sidoarjo sangat merasa berkecil hati begitu mengikuti media ketika melihat pembagian sembako dari pemda kepada masyarakat dan berbagai instansi kepada masyarakat di Papua,” ujarnya.

Ia mengaku sedih karena mahasiswa di Jawa yang mengalami pertama kali wabah virus corna tidak diperhatikan kondisinya.

“Bantuan sembako untuk makan dan minum di kontrakan-kontrakan dan kos-kosan pun tidak kami dapatkan, padahal di Papua itu tidak separah kami di Pulau Jawa,” kata Yigibalom.

Ia mengatakan selama mengikuti karantina mahasiswa asal Lanny jaya mengalami banyak masalah yang membutuhkan perhatian Pemprov Papua dan Pemkab Lanny Jaya.

“Kami berharap pemkab dan pemprov bantu kami punya makan, minum, listrik, dan PDAM, kami juga mau diperhatikan seperti yang dilakukan kepada rakyat di daerah dan Papua umumnya,” kata mahasiswa Jurusan Manajemen Akuntansi tersebut.

Melkianus. L. Wenda, mahasiswa senior asal Lanny Jaya di kota studi Sidoarjo juga mengharapkan hal serupa.

Ia meminta Pemkab Lanny Jaya melihat kondisi seluruh mahasiswa asal daerah tersebut di kota studi seluruh Indonesia yang terdapat karena menghadapi pandemik Covid-19.

“Kami berharap pemkab mengambil langkah alternatif secepatnya demi keselamatan mahasiswa dan pelajar yang ada di Jawa, Bali, dan Sulawesi, saat ini mereka mengisolasikan diri namun kesulitan logistik dan kebutuhan lain,” katanya.

Ia juga menyarankan agar Pemkab Lanny Jaya memastikan kondisi pelajar dan mahasiswa di masing-masing kota studi melalui ketua-ketua korwil.

“Tanpa wabah seperti ini saja banyak yang kesulitan, saya sendiri pun pernah alami hal itu, bagaimana berat rasanya mencari ilmu di daerah orang,” ujarnya.

Apalagi, tambahnya, dalam kondisi menghadapi wabah seperti sekarang yang memakan banyak korban.

“Pasti psikologis ade-ade terganggu, ini akan memberikan dampak buruk kepada mereka,” katanya.

Karena itu, kata Wenda, pemkab mesti mengecek kondisi mereka dan memberikan bantuan agar para mahasiswa tersebut bisa agak tenang menghadapi kondisi.

“Pemerintah jangan fokus ke di daerah saja, karena daerah sudah di-‘lock down’, saatnya melihat nasib pelajar dan mahasiswa di kota studi,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top